Harga Minyak Dunia Diramal Makin Memburuk Usai ke Level Tertinggi
Minggu, 20 Maret 2016 - 11:24 WIB
Harga Minyak Dunia Diramal Makin Memburuk Usai ke Level Tertinggi
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak mentah dunia yang sempat menyentuh level tertinggi yakni kembali di atas USD40 per barel, ditanggapi spektis oleh beberapa pengamat energi. Salah satunya Kepala Strategi Pasar Utama AS iiTrader, Bill Baruch memperingatkan lonjakan produksi global akan kembali terjadi dan akan membuat harga minyak global kembali tertekan.
Meski menurutnya pelemahan dolar Amerika Serikat (USD) sedikit banyak mempengaruhi produsen minyak utama untuk sepakat menekan produksi global. Namun dia menambahkan reli harga minyak mentah tidak akan cukup lama bertahan.
"Empat puluh dolar belum USD60. Anda akan melihat lebih banyak lagi pasokan dan produksi akan membanjiri untuk menjadi lebih buruk lagi terutama di Amerika Serikat dan di seluruh dunia," jelasnya seperti dilansir Yahoofinance, Minggu (20/3/2016).
Dia juga mengingatkan bahwa penyimpanan minyak AS telah mencapai kapasitas yang sangat penuh di beberapa lokasi penting. "Anda punya Cushing lebih dari 90% dan penyimpanan Gulf Coast hanya di bawah 90%. Itulah sebabnya saya tidak melihat harga USD40 per barel akan bertahan untuk waktu panjang," tandasnya.
Sementara itu harga minyak terakhir, untuk brent turun 34% atau 0,8% menjadi USD41,20 per barel, setelah sebelumnya naik USD1 atau tertinggi 2016 di posisi USD42,54. Sedangkan harga minyak mentah AS turun 76 sen atau 1,9% ke menjadi USD39,44, setelah naik USD1 atau tertinggi tahun ini di level USD41,20.
Meski menurutnya pelemahan dolar Amerika Serikat (USD) sedikit banyak mempengaruhi produsen minyak utama untuk sepakat menekan produksi global. Namun dia menambahkan reli harga minyak mentah tidak akan cukup lama bertahan.
"Empat puluh dolar belum USD60. Anda akan melihat lebih banyak lagi pasokan dan produksi akan membanjiri untuk menjadi lebih buruk lagi terutama di Amerika Serikat dan di seluruh dunia," jelasnya seperti dilansir Yahoofinance, Minggu (20/3/2016).
Dia juga mengingatkan bahwa penyimpanan minyak AS telah mencapai kapasitas yang sangat penuh di beberapa lokasi penting. "Anda punya Cushing lebih dari 90% dan penyimpanan Gulf Coast hanya di bawah 90%. Itulah sebabnya saya tidak melihat harga USD40 per barel akan bertahan untuk waktu panjang," tandasnya.
Sementara itu harga minyak terakhir, untuk brent turun 34% atau 0,8% menjadi USD41,20 per barel, setelah sebelumnya naik USD1 atau tertinggi 2016 di posisi USD42,54. Sedangkan harga minyak mentah AS turun 76 sen atau 1,9% ke menjadi USD39,44, setelah naik USD1 atau tertinggi tahun ini di level USD41,20.
(akr)
Lihat Juga :