Harga Minyak Dunia Akhirnya Jatuh Lagi
Senin, 21 Maret 2016 - 08:08 WIB
Harga Minyak Dunia Akhirnya Jatuh Lagi
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah turun untuk sesi kedua pada hari ini setelah pada pekan lalu sempat menyentuh level tertinggi di 2016. Penurunan ini di tengah kekhawatiran kelebihan pasokan setelah hitungan rig luar Amerika Serikat (AS) naik untuk pertama kalinya sejak Desember.
Seperti dikutip dari Reuters, Senin (21/3/2016), harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 40 sen atau 1,0% menjadi USD39,04 per barel pada pukul 00.01 GMT. Pada Jumat pekan kemarin sempat naik ke level USD41,20 per barel, tertinggi sejak awal Desember.
Sementara, harga minyak mentah brent untuk pengiriman bulan depan juga turun 12 sen menjadi USD41,08. Sebelumnya, harga minyak brent sempat menyentuh level tinggi sebesar USD42,54 per barel di sesi terakhir.
Perusahaan-perusahaan energi AS pekan lalu menambah satu rig minyak setelah 12 pekan melakukan pemotongan, menurut data perusahaan industri Baker Hughes. Selain itu, setelah rig minyak jatuh dua pertiga selama tahun lalu hingga 2009 di posisi terendah, menunjukkan penurunan pengeboran minyak mentah stabil setelah harga reli 50% sejak Februari.
Selama dua bulan terakhir, harga telah naik setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) melayangkan ide pembekuan produksi.
"Rebound harga minyak mentah bulan lalu tampaknya telah stabil jumlah rig bekerja di sektor shale AS," kata ANZ dalam sebuah catatannya.
"Setelah jatuh selama enam bulan berturut-turut, data Baker Hughes menunjukkan jumlah rig minyak AS bertambah satu menjadi 387," imnbuhnya.
Kelebihan pasokan global dalam minyak telah mengetuk harga minyak mentah turun dari posisi tertinggi pertengahan 2014 di atas USD100 per barrel ke posisi terendah dalam 12 tahun awal tahun ini, di man harga minyak brent sempat di posisi USD27 dan minyak mentah AS sekitar USD26.
Seperti dikutip dari Reuters, Senin (21/3/2016), harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 40 sen atau 1,0% menjadi USD39,04 per barel pada pukul 00.01 GMT. Pada Jumat pekan kemarin sempat naik ke level USD41,20 per barel, tertinggi sejak awal Desember.
Sementara, harga minyak mentah brent untuk pengiriman bulan depan juga turun 12 sen menjadi USD41,08. Sebelumnya, harga minyak brent sempat menyentuh level tinggi sebesar USD42,54 per barel di sesi terakhir.
Perusahaan-perusahaan energi AS pekan lalu menambah satu rig minyak setelah 12 pekan melakukan pemotongan, menurut data perusahaan industri Baker Hughes. Selain itu, setelah rig minyak jatuh dua pertiga selama tahun lalu hingga 2009 di posisi terendah, menunjukkan penurunan pengeboran minyak mentah stabil setelah harga reli 50% sejak Februari.
Selama dua bulan terakhir, harga telah naik setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) melayangkan ide pembekuan produksi.
"Rebound harga minyak mentah bulan lalu tampaknya telah stabil jumlah rig bekerja di sektor shale AS," kata ANZ dalam sebuah catatannya.
"Setelah jatuh selama enam bulan berturut-turut, data Baker Hughes menunjukkan jumlah rig minyak AS bertambah satu menjadi 387," imnbuhnya.
Kelebihan pasokan global dalam minyak telah mengetuk harga minyak mentah turun dari posisi tertinggi pertengahan 2014 di atas USD100 per barrel ke posisi terendah dalam 12 tahun awal tahun ini, di man harga minyak brent sempat di posisi USD27 dan minyak mentah AS sekitar USD26.
(izz)
Lihat Juga :