Penurunan Harga BBM Tak Terlalu Besar, Ini Alasan Menteri ESDM

Kamis, 24 Maret 2016 - 19:33 WIB
Penurunan Harga BBM...
Penurunan Harga BBM Tak Terlalu Besar, Ini Alasan Menteri ESDM
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menerangkan pemerintah akan sangat berhati-hati menghitung formula harga Bahan Bakar Minyak (BBM) guna menjaga stabilitas harga di tengah ketidakstabilan harga komoditas global. Karena alasan tersebut, dia sebelumnya menerangkan besaran penurunan harga BBM tidak akan sampai menyentuh angka Rp1.000/liternya.

Dia menambahkan kendati saat ini Mean of Platts Singapore (MOPS) sedang dalam tren penurunan, namun proyeksi harga solar hingga tahun 2019 diyakini akan naik perlahan. Sementara untuk harga BBM, proyeksi pemerintah titik terendah sudah terjadi di bulan Februari dan saat ini harganya mulai merambat naik juga.

"Pastinya pemerintah ingin menjaga stabilitas harga BBM agar tidak terjadi gejolak harga yang dapat merugikan masyarakat. Pertimbangannya, formula yang baru memperhitungkan biaya distribusi dan biaya impor yang meningkat. Di sisi lain, nilai tukar rupiah menguat sehingga dapat menutup lonjakan kenaikan harga," jelasnya di Jakarta, Kamis (24/3/2016).

(Baca Juga: Menteri ESDM Pastikan Harga BBM Turun Tak Sampai Rp1.000)

Sementara itu dia juga menegaskan akan tetap mengikuti aturan evaluasi harga BBM per tiga bulan dan untuk harga LPG, pemerintah juga akan melakukan peninjauan kembali untuk harga eceran tertinggi (HET) LPG 3kg.

"Hal ini konsisten dengan penentuan harga pada periode sebelumnya, yaitu periode tiga bulanan. Pembahasan harga BBM ini juga terkait dengan harga penilaian produk untuk perdagangan minyak di kawasan Asia yang cenderung menurun dalam tiga bulan terakhir. 1 April waktunya meninjau harga dan LPG juga membutuhkan peninjauan," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya
3 Jenis BBM Pertamina...
3 Jenis BBM Pertamina Naik, Intip Perbandingan Harga dengan Shell, Vivo dan BP
BBM Nonsubsidi Naik...
BBM Nonsubsidi Naik Drastis per 18 April 2026, Mobil Premium dan Pajero-Fortuner Paling Boncos!
Pemanfaatan BBM Subsidi...
Pemanfaatan BBM Subsidi Selama Ini Dinilai Salahi Prinsip Keadilan
Kenaikan BBM Mendadak,...
Kenaikan BBM Mendadak, SPBU di Gunungkidul Pilih Tutup hingga Mesin Disesuaikan Harga
Harga BBM Naik, Isi...
Harga BBM Naik, Isi Tangki Full City Car Honda Brio Butuh Setengah Juta Rupiah
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
1 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
1 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
2 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
3 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
4 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved