Pengamat Nilai Pembebasan Lahan Blok Masela Akan Sulit

Jum'at, 25 Maret 2016 - 18:24 WIB
Pengamat Nilai Pembebasan...
Pengamat Nilai Pembebasan Lahan Blok Masela Akan Sulit
A A A
JAKARTA - Tim Ahli Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi mengatakan, pembebasan lahan untuk pengembangan Blok Masela akan menemukan kesulitan lantaran lahan milik masyarakat, bukan milik negara. Sekitar 500 hektare (ha) lahan akan digunakan untuk pembangunan kilang tersebut dan sebagian besar milik rakyat Maluku.

(Baca: Jokowi Akhirnya Putuskan Kilang Blok Masela Dibangun di Darat)

Apalagi, kata dia, sejak dulu masalah pembebasan lahan di Indonesia tidak bisa semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi jika sudah banyak calo yang siap untuk membeli tanah di sana kemudian dijual dengan harga lebih tinggi dari harga pada umumnya.

"Kalau di Indonesia pembebasan tanah atau lahan itu sulit. Tanah makin lama makin mahal, apalagi kalau sudah banyak calo yang siap untuk membeli tanah di sana dan nanti dijual lagi pada Blok Masela dan harganya mahal. Itu akan membengkakkan biaya," jelas Fahmy kepada Sindonews, Jakarta, Jumat (25/3/2016).

(Baca: Pengusaha Lokal Diminta Tak Hanya Jadi Penonton Blok Masela)

Atas dasar itu, pembebasan tanah akan memakan waktu sekitar 3-5 tahun. Itupun jika masyarakat setempat mau bernegosiasi secara baik dengan pemerintah. Jika tidak, akan semakin mengulur waktu, dan harga tanah semakin mahal, sehingga akan membuat bengkak nilai investasi untuk onshore.

"Kalau susah negosiasinya, pasti makan waktu lagi, tanah makin mahal jadi akan membuat bengkak nilai investasi. Jadi, kalau yang dibilang pembangunan onshore itu lebih murah, ya sebetulnya enggak juga," pungkasnya.

Baca Juga:

Hipmi Kaget Jokowi Ambil Keputusan Cepat Soal Blok Masela
Gawat! Lokasi Pengembangan Blok Masela Rawan Gempa
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
1 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
1 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
2 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
2 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
3 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
3 jam yang lalu
Infografis
27 Negara Peringatkan...
27 Negara Peringatkan Warganya, Perang Dunia III Akan Terjadi?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved