Harga BBM Premium Diramal Tak Akan di Bawah Rp6.000/Liter
Jum'at, 01 April 2016 - 13:16 WIB
Harga BBM Premium Diramal Tak Akan di Bawah Rp6.000/Liter
A
A
A
JAKARTA - Bahan bakar minyak (BBM) jenis premium mengalami penurunan harga per hari ini sebesar Rp500/liter menjadi Rp6.450/liter. Meski demikian, harga BBM premium diramal tidak akan turun di bawah Rp6.000/liter hingga akhir tahun.
Analis PT Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan, yang menjadi persoalan justru bukan turunnya harga premium, melainkan sampai berapa lama bertahan di level rendah.
(Baca: Harga BBM Premium Turun Jadi Rp6.450/Liter, Solar Rp5.150/Liter)
"Penurunan harga BBM disikapi, berapa lama bertahan di level rendah? Saya kira bisa bertahan rendah hingga akhir tahun, masih di level Rp6.000-an/liter, enggak sampai di bawah Rp6.000/liter," ujarnya di Jakarta, Jumat (1/4/2016).
Menurutnya, masih akan rendahnya harga BBM di Indonesia karena harga minyak dunia yang masih terperosok lantaran kelebihan pasokan.
"Harga minyak bertahan di bawah USD40/barel. Akibat kekhawatiran over suplai dari Arab dan Iran yang buka keran ekspor dan ekspektasi perlambatan ekonomi. Faktor pemicu ini yang saya kira harga BBM bisa bertahan di level rendah," kata dia.
Sehingga, lanjut Praska, dengan adanya momentum harga BBM yang berada di level rendah, maka diharapkan ekonomi Tanah Air bisa terakselerasi. "Sebagai insentif dari pemerintah gerakan ekonomi sektor riil dari daya beli masyarakat. Pelaku pasar reaksinya dengan adanya penurunan harga BBM positif, ekonomi kita bisa terakselerasi dari penurunan harga energi," pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penurunan harga BBM jenis premium dan solar. Penurunan harga tersebut mulai berlaku pada 1 April 2016 mulai pukul 00.00 WIB.
Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, pemerintah tidak akan melepaskan harga BBM sepenuhnya pada mekanisme pasar. Karena itu, tugas pemerintah menjaga agar harga BBM tidak naik ataupun turun terlalu sering.
Dia menyebutkan, harga BBM untuk jenis premium dan solar mulai 1 April 2016 turun Rp500 per liter. Sementara harga minyak mentah (kerosen) tidak mengalami perubahan harga.
Baca Juga:
Harga BBM Turun Positif bagi Pasar Modal
Analis PT Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan, yang menjadi persoalan justru bukan turunnya harga premium, melainkan sampai berapa lama bertahan di level rendah.
(Baca: Harga BBM Premium Turun Jadi Rp6.450/Liter, Solar Rp5.150/Liter)
"Penurunan harga BBM disikapi, berapa lama bertahan di level rendah? Saya kira bisa bertahan rendah hingga akhir tahun, masih di level Rp6.000-an/liter, enggak sampai di bawah Rp6.000/liter," ujarnya di Jakarta, Jumat (1/4/2016).
Menurutnya, masih akan rendahnya harga BBM di Indonesia karena harga minyak dunia yang masih terperosok lantaran kelebihan pasokan.
"Harga minyak bertahan di bawah USD40/barel. Akibat kekhawatiran over suplai dari Arab dan Iran yang buka keran ekspor dan ekspektasi perlambatan ekonomi. Faktor pemicu ini yang saya kira harga BBM bisa bertahan di level rendah," kata dia.
Sehingga, lanjut Praska, dengan adanya momentum harga BBM yang berada di level rendah, maka diharapkan ekonomi Tanah Air bisa terakselerasi. "Sebagai insentif dari pemerintah gerakan ekonomi sektor riil dari daya beli masyarakat. Pelaku pasar reaksinya dengan adanya penurunan harga BBM positif, ekonomi kita bisa terakselerasi dari penurunan harga energi," pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penurunan harga BBM jenis premium dan solar. Penurunan harga tersebut mulai berlaku pada 1 April 2016 mulai pukul 00.00 WIB.
Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, pemerintah tidak akan melepaskan harga BBM sepenuhnya pada mekanisme pasar. Karena itu, tugas pemerintah menjaga agar harga BBM tidak naik ataupun turun terlalu sering.
Dia menyebutkan, harga BBM untuk jenis premium dan solar mulai 1 April 2016 turun Rp500 per liter. Sementara harga minyak mentah (kerosen) tidak mengalami perubahan harga.
Baca Juga:
Harga BBM Turun Positif bagi Pasar Modal
(izz)
Lihat Juga :