Menko Darmin Beberkan Dua Kebutuhan RI Capai Ekonomi Ideal
Selasa, 05 April 2016 - 14:58 WIB
Menko Darmin Beberkan Dua Kebutuhan RI Capai Ekonomi Ideal
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution membeberkan dua kebutuhan Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi ideal. Dua kebutuhan tersebut terkait ketenagakerjaan dan ekspor.
Dia mengatakan, ketenagakerjaan menjadi salah satu pendongkrak ekonomi Tanah Air lantaran Indonesia memiliki jumlah angkatan kerja yang besar. Bahkan, penduduk usia kerja di Indonesia tumbuh 7 juta orang per tahun.
"Kalau kita tidak bisa mengembangkan sektor modern dan formal untuk menumbuhkan lapangan pekerjaan, maka saudara kita akan masuk sektor informal. Jadi harus ada," katanya di The Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Selasa (5/4/2016).
Sementara ekspor, sambung mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini, menjadi salah satu basis pertumbuhan ekonomi karena saat ekonomi mulai menggeliat, impor sudah dapat dipastikan akan turut meningkat. Karena itu, ekspor harus juga ditingkatkan agar neraca pembayaran Indonesia tidak semakin defisit.
"‎Supaya neraca pembayaran tidak semakin defisit. Impor naik karena bahan baku sedikit. Kita perlu kesempatan kerja, kita perlu ekspor. Di pihak lain kita perlu membangun industri penghasil bahan baku dan barang modal. Barangkali nanti bersama Kadin, kita bisa merumuskannya lebih detail dan lebih bisa dilaksanakan," pungkas Darmin.
Dia mengatakan, ketenagakerjaan menjadi salah satu pendongkrak ekonomi Tanah Air lantaran Indonesia memiliki jumlah angkatan kerja yang besar. Bahkan, penduduk usia kerja di Indonesia tumbuh 7 juta orang per tahun.
"Kalau kita tidak bisa mengembangkan sektor modern dan formal untuk menumbuhkan lapangan pekerjaan, maka saudara kita akan masuk sektor informal. Jadi harus ada," katanya di The Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Selasa (5/4/2016).
Sementara ekspor, sambung mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini, menjadi salah satu basis pertumbuhan ekonomi karena saat ekonomi mulai menggeliat, impor sudah dapat dipastikan akan turut meningkat. Karena itu, ekspor harus juga ditingkatkan agar neraca pembayaran Indonesia tidak semakin defisit.
"‎Supaya neraca pembayaran tidak semakin defisit. Impor naik karena bahan baku sedikit. Kita perlu kesempatan kerja, kita perlu ekspor. Di pihak lain kita perlu membangun industri penghasil bahan baku dan barang modal. Barangkali nanti bersama Kadin, kita bisa merumuskannya lebih detail dan lebih bisa dilaksanakan," pungkas Darmin.
(izz)
Lihat Juga :