Sistem IT Bikin Pengusaha RI Kabur ke Negara Surga Pajak

Senin, 11 April 2016 - 13:22 WIB
Sistem IT Bikin Pengusaha...
Sistem IT Bikin Pengusaha RI Kabur ke Negara Surga Pajak
A A A
JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian mengatakan sistem informasi dan teknologi (IT) pajak di Tanah Air masih lemah, sehingga tidak bisa mendeteksi perusahaan Indonesia yang bersembunyi dan membuat perusahaan (special purpose vehicle/SPV) di negara yang menjadi surga bagi para pengemplang pajak (tax haven).

(Baca Juga: Awal Mula Munculnya Surga Pajak)

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Darmin Nasution menerangkan negara tax haven (negara surga pajak) memang menjadi idaman bagi para pengusaha di berbagai negara untuk membuat perusahaan SPV. Hal ini lantaran negara-negara tersebut memberlakukan sistem pajak yang berbeda dengan negara kebanyakan.

‎Lanjut dia sayangnya, pemerintah saat ini tidak bisa melacak keberadaan pengusaha Indonesia yang membangun SPV di negara tax haven. Ini lantaran sistem IT pajak di Tanah Air yang dinilai belum mumpuni untuk melacak keberadaan mereka.

"SPV ‎ada banyak. Tapi apa betul dia taruh uang banyak di sana, ya kita tidak tahu. Karena IT kita belum begitu bagus untuk mengikuti itu," katanya di Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/4/2016).

(Baca juga berita seputar skandal Panama Papers di sini)

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menuturkan, lantaran sistem IT pajak Indonesia yang masih lemah, pemerintah pun pernah kebobolan oleh salah satu konglomerat Indonesia yang banyak bergerilya di Hongkong dan Singapura.

"Jadi ada waktu itu kasus konglomerat di pajak, saya tidak usah bilang lah siapa. Kita telusuri dikejar sampai ke Hongkong, Singapura, ‎kita bicarakan di sana. Kemudian terakhir masuk ke sana, kita tidak bisa masuk lagi. Jadi selama IT nya bagus, sebenarnya bisa dicegah lebih awal," terangnya.

Menurutnya, jika sistem IT pajak di Indonesia sudah bagus, keberadaan perusahaan SPV yang dibuat para pengusaha Indonesia bisa terlacak. "Walaupun tidak bisa diakses apa yang terjadi di sana. Tapi dari negara lain kesana itu bisa terdetect. Memang kalau punya SPV itu ya patut dicurigai, tapi tidak bisa dibilang langsung salah‎," tutup Darmin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siapa di Balik Geger...
Siapa di Balik Geger Pandora Papers?
Indonesia Sedang Demam...
Indonesia Sedang Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Buntut Pandora Papers,...
Buntut Pandora Papers, Jaksa Chile Akan Selidiki Presiden Pinera
Pandora Papers Bongkar...
Pandora Papers Bongkar Deretan Miliarder Dunia Curangi Pajak, Termasuk Raja Abdullah
Bos Media China: Pandora...
Bos Media China: Pandora Papers Hanya Alat Barat Ikut Campur di Negara-negara Berkembang
Donald Trump Ancam Ambil...
Donald Trump Ancam Ambil Alih Terusan Panama, Ini Respons Presiden Panama
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
4 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
38 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
1 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
4 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved