70% Bahan Baku Obat Impor, Ini yang Akan Dilakukan Kemenperin

Kamis, 12 Mei 2016 - 16:11 WIB
70% Bahan Baku Obat...
70% Bahan Baku Obat Impor, Ini yang Akan Dilakukan Kemenperin
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengakui industri farmasi Indonesia masih banyak mengimpor bahan baku dari luar negeri. Maka, pihaknya berinisiatif akan memberikan insentif ke industri bidang kimia yang bisa membuat bahan baku obat-obatan.

Menurutnya, bahan baku industri tersebut sangat banyak di Indonesia. "60%-70% industri ini bahan bakunya masih impor. Perlu membangun industri-industri hulu, sehingga bisa melakukan substitusi impor untuk menghasilkan bahan baku. Jadi, nanti akan kita berikan insentif untuk industri yang bisa mengembangkan," katanya di Jakarta, Kamis (12/5/2016).‎

Saleh mengatakan, yang akan diberikan yakni tax allowance dan tax holiday untuk industri pioner, bisa menyediakan bahan baku dan investasinya di atas Rp1 triliun.

"Kan kita dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) selalu mendorong agar industri-industri, terutama industri yang pioner, investasinya di atas Rp1 triliun, kan kita memang memberikan insentif. Tax holiday atau tax allowance," ujar dia.

Meski Kememnperin menginginkan semua industri mendapatkan insentif, namun tetap Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang akan memutuskannya.

"Kita selalu memutuskan, memberikan saran. Tapi yang memutuskan nanti keluar atau tidaknya itu di Keuangan (Kemenkeu). Perlu duduk bersama apa yang perlu kita lakukan dalam rangka memacu investasi untuk masuk ke dalam, salah satunya pemberian insentif ini," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Transformasi Layanan...
Transformasi Layanan Farmasi Jadi Fokus PIT dan Mukernas HISFARSI 2026 di Pekanbaru
Strategi dan Inovasi...
Strategi dan Inovasi Merck Indonesia di Tengah Gempuran COVID-19
SwipeRx Sukses Gelar...
SwipeRx Sukses Gelar IPEC 2026 ke-IV, Satukan Lebih dari 1.500 Apoteker dalam Ajang Farmasi Terbesar di Indonesia
Strategi Bayern dalam...
Strategi Bayern dalam Dorong Pertumbuhan Bisnis Farmasi dan Sains di Masa Depan
Miliki Logo Baru, Pyridam...
Miliki Logo Baru, Pyridam Farma Terus Berinovasi
EPO Daewoong Infion...
EPO Daewoong Infion Disebut Dapat Hemat Harga Obat Asuransi
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Terjun...
IHSG Sesi Siang Terjun Bebas 1,75% ke 6.204, Transaksi Tembus Rp10,4 Triliun
11 menit yang lalu
HWB Serang Resmi Diluncurkan...
HWB Serang Resmi Diluncurkan Besok , Harga Mulai dari Rp101 Juta
15 menit yang lalu
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
41 menit yang lalu
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
4 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
Perbedaan Amnesti dan...
Perbedaan Amnesti dan Abolisi, Ini Tokoh yang Pernah Mendapatkannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved