DPR dan ARLF Bahas Masalah Pertanian

Rabu, 25 Mei 2016 - 00:25 WIB
DPR dan ARLF Bahas Masalah...
DPR dan ARLF Bahas Masalah Pertanian
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menerima delegasi Australian Rural Leadership Foundation (ARLF), untuk meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara.

Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, bahwa Indonesia memiliki ragam komoditas perkebunan seperti cokelat, kopi, teh, dan karet. Juga gencarnya pembangunan infrastruktur di pedesaan.

"Indonesia penghasil karet, kopi, cokelat, dan teh. Dana desa di Indonesia sekitar USD 500 juta untuk membangun infrastruktur, untuk membangun desa mereka masing-masing," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (24/5/2016).

Sebagai negara agraris, lantas Fadli yang mewakilkan DPR bersama ARLF berbincang mengenai sektor pertanian. Ia lalu bercerita soal kondisi petani, produksi petani dan lahan pertanian di Indonesia.

“Kami saling sharing dan saya juga bertanya kepada mereka di sektor pertanian. Banyak persamaan, seperti usia petani yang semakin tua. Di Australia berusia 56 tahun sedangkan Indonesia 50 sampai 52 tahun," jelas Fadli.

Tidak hanya kesamaan faktor usia petani, kedua negara juga menghadapi tantangan yang seragam, yaitu perubahan iklim. Kini, Australia mengalami musim kering yang panjang dari biasanya.

Dan untuk masalah peternakan dan pertanian lainnya, dimana Indonesia masih mengimpor, perlu diadakan kerja sama lebih giat lagi. Seperti diketahui Indonesia masih mengimpor daging sapi, gandum, bahkan garam dari Negeri Kanguru.

Dengan kemajuan pertanian dan peternakan di sana, diharapkan Australia memberi transfer pengetahuan mengenai penggemukan sapi di berbagai daerah di Indonesia agar memberi nilai lebih bagi peternak kita. Melalui pertemuan ini, Fadli ingin kerja sama bidang pertanian dapat memberi stimulus bagi perbaikan kondisi perekonomian nasional.

"Ekonomi itu yang harus dibangun manusianya. Bangun kemampuannya untuk menghidupi diri sendiri karena selama ini terpatok pada angka. Saya kira pemerintah sekarang menghadapi tantangan yang besar dalam bidang ekonomi. Selama ini kita terpatok dengan angka ekonomi. Kebijakan pemerintah harus kembali pada kemampuan ekonomi rakyat, ekonomi kerakyatan," tuturnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petrokimia Gresik Dorong...
Petrokimia Gresik Dorong Transformasi Sektor Pertanian dan Peternakan
Kementan: Brahman Sejahtera,...
Kementan: Brahman Sejahtera, Kisah Sukses Percontohan Korporasi Peternakan
Ekspor Komoditas Peternakan...
Ekspor Komoditas Peternakan ke Jepang, Buktikan Gratieks Berjalan Efektif
Kementan: 455.318 Ekor...
Kementan: 455.318 Ekor Ayam Peternak Mandiri Telah Dibeli Mitra Peternakan
Peternakan di Lampung...
Peternakan di Lampung Meningkat 10 Kali, Indonesia Tak Lagi Impor
Industri Peternakan...
Industri Peternakan Masih Terkendala Rantai Pasok Produk Pertanian
Berita Terkini
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
35 menit yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
2 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
4 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
5 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
6 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
8 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved