Harga Minyak Naik Tipis Dipicu Melemahnya USD
Senin, 06 Juni 2016 - 11:38 WIB
Harga Minyak Naik Tipis Dipicu Melemahnya USD
A
A
A
LONDON - Harga minyak dunia pada awal perdagangan ini naik tipis dipicu permintaan akan energi, kendati para pedagang mengatakan pasokan berlimpah.
Seperti dilansir dari Reuters, Senin (6/6/2016), minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan pada level US49,91 per barel pada 00.14 GMT, naik 27 sen dari USD49,64 per barel. Adapun harga minyak di bursa AS, West Texas Intermediate (WTI) minyak mentah berjangka naik 28 sen menjadi USD48,90 per barel.
Para pedagang menyatakan kenaikan harga minyak mentah sebagian besar hasil dari melemahnya dolar AS (USD) pada penutupan Jumat lalu. Ketika itu, USD melemah lebih dari 1,5% terhadap mata uang utama lainnya.
Penurunan USD diikuti data lemahnya ketenagakerjaan Abang Sam, yang memicu kekhawatiran atas kondisi ekonomi terbesar di dunia. Namun lemahnya USD dipandang sebagai pendukung permintaan bahan bakar di seluruh dunia karena membuat impor minyak diperdagangkan dalam dolar lebih murah.
"Semakin lemah dolar AS mendorong harga komoditas yang lebih tinggi," kata ANZ Bank, seperti dikutip CNBC, Senin (6/6/2016).
Selain itu, para pedagang mengatakan serangan pemberontak di Nigeria terhadap infrastruktur minyak turut mendukung kenaikan harga karena sedikitnya pasokan berbanding banyaknya permintaan.
Seperti dilansir dari Reuters, Senin (6/6/2016), minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan pada level US49,91 per barel pada 00.14 GMT, naik 27 sen dari USD49,64 per barel. Adapun harga minyak di bursa AS, West Texas Intermediate (WTI) minyak mentah berjangka naik 28 sen menjadi USD48,90 per barel.
Para pedagang menyatakan kenaikan harga minyak mentah sebagian besar hasil dari melemahnya dolar AS (USD) pada penutupan Jumat lalu. Ketika itu, USD melemah lebih dari 1,5% terhadap mata uang utama lainnya.
Penurunan USD diikuti data lemahnya ketenagakerjaan Abang Sam, yang memicu kekhawatiran atas kondisi ekonomi terbesar di dunia. Namun lemahnya USD dipandang sebagai pendukung permintaan bahan bakar di seluruh dunia karena membuat impor minyak diperdagangkan dalam dolar lebih murah.
"Semakin lemah dolar AS mendorong harga komoditas yang lebih tinggi," kata ANZ Bank, seperti dikutip CNBC, Senin (6/6/2016).
Selain itu, para pedagang mengatakan serangan pemberontak di Nigeria terhadap infrastruktur minyak turut mendukung kenaikan harga karena sedikitnya pasokan berbanding banyaknya permintaan.
(ven)
Lihat Juga :