Hargan Minyak Dunia Kembali Turun Dihantui Brexit

Rabu, 15 Juni 2016 - 07:58 WIB
Hargan Minyak Dunia...
Hargan Minyak Dunia Kembali Turun Dihantui Brexit
A A A
NEW YORK - Harga minyak dunia kembali jatuh berturut-turut dalam empat hari, turun 1% karena gugup atas pilihan Inggris pekan depan apakah akan meninggalkan Uni Eropa atau tidak, dibayangi tanda-tanda kembali ke kesehatan untuk minyak mentah setelah kelebihan pasokan dua tahun.

Seperti dikutip dari Reuters, (15/6/2016), harga minyak brent ditutup 52 sen lebih rendah ke level USD49,83 per barel, sementara minyak mentah Amerika Serikat (AS) mengakhiri sesi turun 39 sen ke levek USD48,49. Harga bensin menyentuh level terendah lebih dari satu bulan ke level USD1,50 per galon. Harga minyak mentah AS diperdagangkan antara USD48,69 dan USD48,02 selama sesi.

Keprihatinan terkait referendum terhalang sebuah optimis perkiraan untuk pertumbuhan permintaan minyak dari Badan Energi Internasional (IEA), yang mengatakan bahwa pasar minyak pada dasarnya seimbang setelah dua tahun surplus.

Pada Senin, OPEC memperkirakan bahwa pasar minyak akan lebih seimbang di semester kedua 2016 karena pemadaman di Nigeria dan bantuan Kanada untuk mempercepat erosi mengenyangkan pasokan.

Pasar sedang menunggu arahan dari data American Petroleum Institute (API) di kemudian hari yang diperkirakan akan menunjukkan persediaan minyak mentah AS jatuh untuk pekan keempat.

"Secara keseluruhan, pasar tampaknya tidak terkesan, mengambil (IEA) pembaruan sebagai konfirmasi dari faktor yang diketahui bukan berita bullish yang segar," kata Tim Evans, spesialis energi berjangka di Citi Futures.

Kampanye Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa memiliki "memimpin signifikan" menjelang referendum, dan sekitar 47% pemilih kemungkinan mengatakan mereka akan memilih untuk meninggalkan, dibandingkan dengan 40% yang ingin tinggal, menurut jajak pendapat dari 2.497 orang.

"Ini (referendum) telah mengguncang banyak pedagang keuangan dan komoditas/investor dengan uang yang tampaknya mulai mengalir ke yang disebut safe-haven USD. USD yang kuat terhadap sebagian mata uang adalah harga directional negatif bagi kompleks minyak," kata Dominick Chirichella, partner senior di Institut Manajemen Energi di New York.

Pasalnua, jika Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa, prospek dijuluki "Brexit", investor takut blok itu bisa tergelincir ke dalam resesi, yang pada gilirannya dapat melemahkan permintaan minyak.

Dolar DXY telah meningkat sekitar 1,7 persen dari posisi terendah Juni terhadap sekeranjang mata uang, didorong oleh kekhawatiran Brexit.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved