Bos Unilever Ketakutan Inggris Ingin Keluar dari Uni Eropa

Kamis, 16 Juni 2016 - 15:29 WIB
Bos Unilever Ketakutan...
Bos Unilever Ketakutan Inggris Ingin Keluar dari Uni Eropa
A A A
LONDON - Bos Unilever menerangkan kemungkinan penarikan diri Inggris keluar dari Uni Eropa setelah referendum pada 23 Juni, mendatang diyakini akan berimbas negatif kepada perusahaan multinasional yang berkantor pusat di Rotterdam, Belanda dan London tersebut. Rencana Inggris meninggalkan Uni Eropa telah menghadirkan ketidakpastian ekonomi menurut pengamat.

Dilansir BBCnews, Kamis (16/6/2016) menanggapi seputar masa depan karyawan mereka apabila Inggris keluar dari Uni Eropa, Unilever masih enggan menanggapi. Sementara sebelumnya beberapa petinggi produsen barang rumah tangga terbesar ketiga di dunia, itu mengatakan ekonomi Inggris dapat sukses, meski harus keluar dari Uni Eropa. Unilever mengatakan dalam sebuah pernyataan menerangkan fasilitas mereka seperti laboratorium penelitian di Inggris akan tetap beroperasi setelah Brexit -British exit-.

Tetapi dia menambahkan: "Namun cara kerja dan fundamental kami dalam menjalankan perusahaan kemungkinan akan berbeda, jika keputusan diambil untuk meninggalkan Uni Eropa," ucap juru bicara Unilever.

Dia menambahkan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah Brexit akan mempunyai efek terhadap pekerjaan Unilever, pekerja ataupun dalam soal investasi. Namun ketidakpastian akan memberikan efek pada perekonomian Inggris untuk menahan atau membuat pelaku bisnis lebih berhati-hati. "Kami tidak dapat memprediksi konsekuensi ekonomi dan dampak selanjutnya pada operasi kita (Unilever) di Inggris," bunyi pernyataan Unilever.

Hari ini Chief Executive Unilever Paul Polman bersama, dengan Mantan Kepala Eksekutif Patrick Cescau dan Niall FitzGerald serta Mantan Direktur Sir Michael Perry mengirimkan surat bersama kepada karyawan.

"Bukan tugas kamu untuk menyarankan orang dalam memilih, tapi dalam mengambil keputusan ini sangat penting dan kami merasa bertanggung jawab untuk menunjukkan Unilever di Inggris berkembang sangat pesat sebagai perusahaan. Ada pusat penelitian Internasional, pabrik dan kantor pusat global yang menurut kami akan terpengaruh jika Inggris meninggalkan Uni Eropa," ucap Paul Polman.

Sebelumnya Polman mengatakan kepada Guardian bahwa tidak punya rencana menerukan operasinya di UK bila Brexit terwujud, tapi menurutnya akan sangat baik untuk Inggris tetap bertahan di Uni Eropa.

Dalam surat mereka kepada 7.500 karyawan Unilever di Inggris, para Bos mengatakan perusahaan berutang banyak atas kesuksesan yang telah diraih dalam 25 tahun terakhir untuk mendapatkan akses ke pasar Eropa dengan lebih dari 500 juta konsumen. Di surat itu juga disebutkan bahwa Uni Eropa menjadi jendela untuk basis bisnis Eropa dan membuat Unilever untuk tumbuh dan berkembang dalam sebuah pasar yang sangat global.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Respon Blokade Kerang,...
Respon Blokade Kerang, Inggris Dilaporkan akan Deklarasikan 'Perang Air' Terhadap UE
Uni Eropa Tolak Terapkan...
Uni Eropa Tolak Terapkan Sanksi Ekonomi untuk Turki
Harga Energi Selangit...
Harga Energi Selangit Bisa Membunuh Ekonomi Uni Eropa
Uni Eropa Fokus Pemulihan...
Uni Eropa Fokus Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi
Langgar Kesepakatan...
Langgar Kesepakatan Brexit, UE Seret Inggris ke Jalur Hukum
PM Johnson: Inggris...
PM Johnson: Inggris Memilih Brexit Bukan Karena Tekanan Rusia
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
45 menit yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
Infografis
Antisipasi Perang Besar,...
Antisipasi Perang Besar, Uni Eropa Siapkan Rp13.730 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved