PT KAI Kerahkan 4.200 Pasukan Untuk Amankan Mudik
Jum'at, 24 Juni 2016 - 06:29 WIB
PT KAI Kerahkan 4.200 Pasukan Untuk Amankan Mudik
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Edi Sukmoro mengatakan, pihaknya pada Idul Fitri kali ini mengerahkan setidaknya 4.200 pasukan untuk menjaga dan memantau daerah-daerah yang rawan longsor. Anggota-anggota tersebut tergabung dalam Polri dan TNI yang siap membantu menjaga keamanan selama mudik.
Edi mengatakan, saat ini khususnya di daerah Jawa bagian barat dan tengah, ada beberapa daerah yang memang menjadi tempat yang rawan bencana dan longsor. Sehingga akan mengganggu jalannya kereta di perlintasan rel.
"Kami kerahkan 4.200 personel di tahun ini. Kami jaga betul untuk daerah yang rawan bencana, rawan longsor, gangguan kamtib dan daerah yang rawan di perlintasan juga dijaga," kata dia di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (23/6/2016) malam.
Memang, Edi tak memungkiri, kesiapan pihaknya di tahun ini lebih ekstra dibandingkan tahun lalu. Hal ini lantaran cuaca yang ada di wilayah Indonesia khususnya di Jawa sedang tidak menentu.
"Saya harus banyak berdoa ini, cuacanya agak aneh untuk tahun ini. Sebentar panas sebentar hujan. Karena sekarang juga hujannya masih terus. Ini harus diantisipasi di titik-titik tertentu," kata dia.
Ada sekitar 320 titik yang akan diantisipasi dan di setiap daerah operasional, namun Edi dan timnya lebih fokus di jalur Jawa bagian selatan.
"Tapi untuk yang rawan bencana itu wilayah selatan. Karena itu jalurnya curam. Kalau curah hujan banyak, itu tanahnya bisa tergerus. Takutnya ada pergerusan," pungkasnya.
Edi mengatakan, saat ini khususnya di daerah Jawa bagian barat dan tengah, ada beberapa daerah yang memang menjadi tempat yang rawan bencana dan longsor. Sehingga akan mengganggu jalannya kereta di perlintasan rel.
"Kami kerahkan 4.200 personel di tahun ini. Kami jaga betul untuk daerah yang rawan bencana, rawan longsor, gangguan kamtib dan daerah yang rawan di perlintasan juga dijaga," kata dia di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (23/6/2016) malam.
Memang, Edi tak memungkiri, kesiapan pihaknya di tahun ini lebih ekstra dibandingkan tahun lalu. Hal ini lantaran cuaca yang ada di wilayah Indonesia khususnya di Jawa sedang tidak menentu.
"Saya harus banyak berdoa ini, cuacanya agak aneh untuk tahun ini. Sebentar panas sebentar hujan. Karena sekarang juga hujannya masih terus. Ini harus diantisipasi di titik-titik tertentu," kata dia.
Ada sekitar 320 titik yang akan diantisipasi dan di setiap daerah operasional, namun Edi dan timnya lebih fokus di jalur Jawa bagian selatan.
"Tapi untuk yang rawan bencana itu wilayah selatan. Karena itu jalurnya curam. Kalau curah hujan banyak, itu tanahnya bisa tergerus. Takutnya ada pergerusan," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :