Volatilitas Rupiah Bukan Karena Gejolak Asia Tapi Karena Brexit
Selasa, 28 Juni 2016 - 09:47 WIB
Volatilitas Rupiah Bukan Karena Gejolak Asia Tapi Karena Brexit
A
A
A
JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Mirza Adityaswara mengatakan, volatilitas rupiah kemarin tidak lepas dari imbas hengkangnya Inggris dari Uni Eropa alias Brexit, jadi bukan karena gejolak di Asia. Kendati demikian, kata dia, sifatnya tidak akan berlangsung lama.
Mirza melihat, meskipun bursa Asia tak bermasalah, namun pemerintah dan BI mengaku tetap waspada dengan volatilitas rupiah yang terjadi belakangan ini karena Brexit.
"Kalau kita lihat kan memang karena Brexit ada volatilitas lah sementara, temporer kalau menurut BI. Karena ini lebih kepada masalah Inggris dengan Eropa, bukan Asianya yang bermasalah," kata Mirza di Gedung DPR usai Rapat Badan Anggaran dengan Pemerintah dan DPR membahas RAPBNP 2016 Selasa dini hari (28/6/2016).
Jadi, jika rupiah mengalami volatilitas, maka itu akan bersifat sementara dan nantinya akan normal kembali seperti biasa dan tekanannya akan mereda kembali.
Lebih lanjut Mirza mengatakan, jika melihat dari pasar keuangan di London, di sana memang terjadi gejolak ekonomi dan saham mengalami penurunan tetapi harganya masih terpantau stabil.
"Karena kalau kita lihat pasar keuangan London hanya di perbankan London saja yang turun cukup banyak tetapi saham lain turunnya cukup normal," tutup Mirza.
Mirza melihat, meskipun bursa Asia tak bermasalah, namun pemerintah dan BI mengaku tetap waspada dengan volatilitas rupiah yang terjadi belakangan ini karena Brexit.
"Kalau kita lihat kan memang karena Brexit ada volatilitas lah sementara, temporer kalau menurut BI. Karena ini lebih kepada masalah Inggris dengan Eropa, bukan Asianya yang bermasalah," kata Mirza di Gedung DPR usai Rapat Badan Anggaran dengan Pemerintah dan DPR membahas RAPBNP 2016 Selasa dini hari (28/6/2016).
Jadi, jika rupiah mengalami volatilitas, maka itu akan bersifat sementara dan nantinya akan normal kembali seperti biasa dan tekanannya akan mereda kembali.
Lebih lanjut Mirza mengatakan, jika melihat dari pasar keuangan di London, di sana memang terjadi gejolak ekonomi dan saham mengalami penurunan tetapi harganya masih terpantau stabil.
"Karena kalau kita lihat pasar keuangan London hanya di perbankan London saja yang turun cukup banyak tetapi saham lain turunnya cukup normal," tutup Mirza.
(ven)
Lihat Juga :