APBNP 2016 Disahkan, Ini Asumsi Makro Ekonomi

Selasa, 28 Juni 2016 - 18:29 WIB
APBNP 2016 Disahkan,...
APBNP 2016 Disahkan, Ini Asumsi Makro Ekonomi
A A A
JAKARTA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016 hari ini disahkan dalam rapat paripurna DPR, tanpa adanya penolakan. Ketua DPR Ade Komarudin sebagai pemimpin rapat paripurna pun mengetuk palu sebagai tanda disetujuinya APBNP 2016 itu.

Ketua ‎Badan Anggaran DPR Kahar Muzakir mengatakan, bahwa berdasarkan besaran asumsi dasar yang telah disepakati, maka Pendapatan Negara dan Hibah dalam APBN-P Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp1.786.225,0 triliun, yang terdiri dari Penerimaan Dalam Negeri sebesar Rp1.784.249,9 triliun dan Penerimaan Hibah sebesar Rp1.975,2 triliun.

"Pendapatan dalam negeri terdiri dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp1.539.166,2 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp245.083,6 triliun," kata Kahar dalam laporannya di rapat paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/6/2016).

(Baca Juga: Sempat Alot, DPR Akhirnya Sahkan Tax Amnesty Jadi UU)

Dia menambahkan target rasio penerimaan pajak (tax ratio) tahun ini turun, dari rencana awal 13,11% menjadi 12,86% terhadap Produk Domestik Bruto. Sejalan dengan itu, target penerimaan perpajakan turun dari target awal sebesar Rp1.546,7 triliun menjadi Rp1539,16 triliun di APBNP 2016.

Sementara untuk peningkatan PNBP secara total Rp39,7 triliun dari Rp205,4 triliun menjadi Rp245,1 triliun. "PNBP terdiri dari Penerimaan SDA Migas sebesar Rp68.688, 1 triliun, SDA Non Migas sebesar Rp21.836,3 triliun, Pendapatan Laba BUMN sebesar Rp34.164 triliun dan PNBP Lainnya," tuturnya.

‎Adapun Belanja Negara dalam APBN-P TA 2016 disepakati sebesar Rp2.082‚9 triliun, yang terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp1.306‚7 triliun. Belanja tersebut erdiri dari belanja kementerian atau lembaga (K/L) sebesar Rp767,8 triliun dan belanja Non K/L sebesar Rp538‚9 triliun.

Adapun asumsi makro ekonomi yang disepakati dalam APBNP 2016 yakni pertumbuhan ekonomi 5,2 persen, nilai tukar rupiah Rp13.500/USD, inflasi 4,0%, SPN tiga bulan 5,5%, harga minyak mentah Indonesia (ICP) USD40 per barel, lifting minyak 820 ribu barel per hari, dan lifting gas 1.150 barel per hari setara minyak.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN per November 2024...
APBN per November 2024 Tekor Rp401,8 triliun
APBN Februari 2025 Defisit...
APBN Februari 2025 Defisit 0,13 Persen atau Rp31,2 Triliun
APBN Defisit Rp104,2...
APBN Defisit Rp104,2 Triliun per Maret 2025
APBN Kuartal I 2025...
APBN Kuartal I 2025 Tetap Terjaga
Simak! Kinerja APBN...
Simak! Kinerja APBN Mei 2022
Kinerja APBN 2021 Dinilai...
Kinerja APBN 2021 Dinilai Cukup Positif, Ini Penjelasannya
Berita Terkini
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
32 menit yang lalu
IHSG Sesi I Tergelincir...
IHSG Sesi I Tergelincir ke 5.864, Nilai Transaksi Cetak Rp4,7 Triliun
1 jam yang lalu
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
4 jam yang lalu
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
5 jam yang lalu
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
6 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved