Ini Tanggapan Total soal Rencana Investasi Pertamina di Blok Mahakam

Sabtu, 02 Juli 2016 - 06:21 WIB
Ini Tanggapan Total...
Ini Tanggapan Total soal Rencana Investasi Pertamina di Blok Mahakam
A A A
JAKARTA - Total E&P Indonesie mengemukakan bahwa keputusan PT Pertamina (Persero) berencana berinvestasi di Blok Mahakam mulai tahun depan, bukan hanya tergantung dari keputusan Total.

Namun, Pertamina juga harus meminta izin dari otoritas terkait, dalam hal ini Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Hal ini menanggapi pernyataan Pertamina sebelumnya yang berniat meminta Total mengizinkan perseroan berinvestasi di Blok Mahakam tahun depan.

"Pernyataan bahwa Pertamina boleh mulai berinvestasi atau tidak di Blok Mahakam pada 2017 dalam upaya menahan penurunan produksi pada 2018, hal itu tidak hanya tergantung pada lampu hijau oleh Total E&P Indonesie," kata President and General Manager Total E&P Indonesie, Hardy Pramono seperti dalam rilis yang diterima Sindonews di Jakarta, Jumat (1/7/2016).

Dia mengatakan, Total pada dasarnya menyambut positif rencana Pertamina berinvestasi lebih cepat dari jadwal awal. Saat ini, pembicaraan mengenai hal itu pun masih berlangsung,

"Kami akan berdiskusi tentang rencana kerja yang akan diajukan untuk 2017 tersebut. Sedangkan untuk pelaksanaanya memerlukan payung hukum dan persetujuan yang diberikan oleh otoritas terkait yakni SKK Migas," tandasnya.

Sebelumnya, Pertamina meminta Total E&P Indonesie untuk mengizinkan perseroan mulai berinvestasi di Blok Mahakam tahun depan. Pasalnya, selama dua tahun belakangan Total selaku operator perlahan telah mulai menurunkan investasinya di blok migas tersebut.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan, sesuai ketentuan perseroan memang baru boleh mulai berinvestasi di Blok Mahakam pada 2018. Namun, menurunnya investasi total di Blok Mahakam membuat Pertamina khawatir hal tersebut akan mengancam produksi migas di blok tersebut pada 2018.

"Kami siap-siap. Kami usahakan Pertamina bisa berinvestasi lebih dulu ditahun 2017, jadi 2018 penurunannya bisa kita tekan," katanya di Pullman Hotel, Jakarta, Rabu (29/6/2016).
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Operasional Kilang Balikpapan...
Operasional Kilang Balikpapan Akan Dihentikan Total
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
11 menit yang lalu
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
21 menit yang lalu
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
1 jam yang lalu
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
11 jam yang lalu
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
12 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
13 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved