Amran Beri Sinyal, Operasi Pasar Akan Menjadi Solusi Jangka Panjang
Selasa, 12 Juli 2016 - 11:22 WIB
Amran Beri Sinyal, Operasi Pasar Akan Menjadi Solusi Jangka Panjang
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan operasi pasar untuk ke depannya akan dilanjutkan untuk memberikan harga murah di bawah harga pasar ke masyarakat. Amran mengatakan, ini merupakan salah satu solusi jangka panjang.
Mentan Amran optimistis dengan kegiatan operasi pasar ini lantaran antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini tinggi, karena mereka juga mendapatkan harga kebutuhan pokok yang murah.
"Operasi pasar itu merupakan solusi jangka panjang. Sudah mulai bisa bergerak sampai seterusnya. Animo masyarakat juga bagus," kata dia di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (12/7/2016).
Amran menambahkan, komoditas yang didagangkan dalam operasi pasar tak melulu pada beras dan daging saja melainkan komoditas-komoditas rumah tangga lainnya yang dibutuhkan ibu rumah tangga.
"Tidak hanya sebatas beras dan daging saja tapi juga minyak goreng, bawang merah dan beberapa lainnya yang memang dibutuhkan oleh ibu rumah tangga," kata dia.
Terlebih lagi, Amran melihat harga bawang merah di pasaran masih tinggi padahal masa Idul Fitri sudah lewat. Di beberapa daerah, bawang merah sempat menyentuh angka Rp40.000 bahkan ada yang Rp60.000 per kilogramnya.
"Itu di beberapa titik saja. Tapi di lapangan, kami monitor di seluruh Indonesia tepatnya di Jawa, seperti Brebes, Nganjuk itu harganya Rp15 ribu, tapi kala jatuh di bawah Rp15 ribu, Bulog segera mengambil alih. Insya Allah kami maksimalkan, kami optimis," pungkasnya.
Mentan Amran optimistis dengan kegiatan operasi pasar ini lantaran antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini tinggi, karena mereka juga mendapatkan harga kebutuhan pokok yang murah.
"Operasi pasar itu merupakan solusi jangka panjang. Sudah mulai bisa bergerak sampai seterusnya. Animo masyarakat juga bagus," kata dia di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (12/7/2016).
Amran menambahkan, komoditas yang didagangkan dalam operasi pasar tak melulu pada beras dan daging saja melainkan komoditas-komoditas rumah tangga lainnya yang dibutuhkan ibu rumah tangga.
"Tidak hanya sebatas beras dan daging saja tapi juga minyak goreng, bawang merah dan beberapa lainnya yang memang dibutuhkan oleh ibu rumah tangga," kata dia.
Terlebih lagi, Amran melihat harga bawang merah di pasaran masih tinggi padahal masa Idul Fitri sudah lewat. Di beberapa daerah, bawang merah sempat menyentuh angka Rp40.000 bahkan ada yang Rp60.000 per kilogramnya.
"Itu di beberapa titik saja. Tapi di lapangan, kami monitor di seluruh Indonesia tepatnya di Jawa, seperti Brebes, Nganjuk itu harganya Rp15 ribu, tapi kala jatuh di bawah Rp15 ribu, Bulog segera mengambil alih. Insya Allah kami maksimalkan, kami optimis," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :