Harga Tinggi, Masyarakat Banyak Lepas Emas
Kamis, 14 Juli 2016 - 00:25 WIB
Harga Tinggi, Masyarakat Banyak Lepas Emas
A
A
A
YOGYAKARTA - Tingginya harga emas sekarang ini mengakibatkan banyak masyarakat melepas emas batangan mereka di pasaran. Bagi sebagian pemilik emas batangan, saat ini waktu yang tepat menjual kembali emas karena harganya sedang tinggi. Sehingga ketika emas yang mereka miliki dijual, maka keuntungannya bisa lebih besar.
Management Representatif Butik Emas Logam Mulia Yogyakarta, Joko Kurniawan menuturkan menjelang Idul Fitri, harga emas cenderung mengalami kenaikan. Harga sebelum hari raya yaitu pada tanggal 29 Juni 2016, emas batangan masih berada di kisaran Rp596.000 per gramnya dengan buy back price Rp545.000. Selepas Idul Fitri mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
"Harga emas paska Idul Fitri makin melejit," tuturnya, Rabu (16/7/2016).
Tercatat harga emas batangan pada tanggal 11 Juli atau pada H+6 Idul Fitri ini menyentuh level Rp630.000 per gramnya. Ketika harga emas menyentuh level tersebut, buyback price yang ia berikan kepada konsumen adalah Rp565.000. Hal ini tentu membuat antusiasme masyarakat untuk menjual emas mereka saat ini semakin meningkat.
Termasuk masyarakat yang ingin menjual emas batangan LM Antam mereka. Karena mereka menganggap sudah diuntungkan jika dijual di harga sekarang ini. Mereka berpendapat harga sekarang lebih tinggi dibanding dengan saat pembelian dulu.
Melihat gejolak ini, beberapa masyarakat lantas banyak membeli emas untuk investasi pada masa libur Idul Fitri dan liburan sekolah kali ini. Joko mengatakan, saat ini butik yang ia kelola mengalami kenaikan kunjungan masyarakat yang ingin membeli emas batangan sebagai investasi.
"Sembari berlibur mereka menggunakan kesempatan tren naiknya harga emas untuk berinvestasi karena masih yakin harga emas berpotensi untuk terus meningkat nilainya," paparnya.
Potensi kenaikan emas, kata dia, masih sangat besar sehingga orang menahan untuk menjual atau membeli saat ini, dengan harap mengambil untung beberapa bulan ke depan. Hal tersebut sesuai para analis internasional, kondisi ekonomi global yang lemah saat ini berdampak pada pasar investasi. Terlebih peristiwa Brexit dan juga turunnya status Deutsche Bank menjadi BBB di bulan Juni, turut berdampak juga di pasar saham, forex dan juga emas.
Sementara untuk emas yang masih bertahan di level tinggi tetap dipengaruhi oleh harga internasional. Para investor masih merasa khawatir dengan kebijakan bank sentral Amerika sehingga emas masih diburu sebagai pengaman aset. Di Jepang misalnya, dari bulan Mei ke Juni 2016 penjualan emas meningkat 60% di Tanaka Holdings Co. Perilaku ini tentu sangat mempengaruhi harga emas di pasaran.
"Para investor di Jepang percaya aset mereka terlindungi bahkan cenderung meningkat dengan menyimpan emas," ulas Joko.
Karyawan Toko Emas Salaman Putra Ketandan Yogya, Istu Hartini mengatakan, sebenarnya peningkatan masyarakat yang menjual emas sudah mulai terjadi sejak memasuki Ramadhan. Biasanya, dari 10 orang yang datang ke tokonya untuk bertransaksi membeli emas, kini sudah beralih menjual emas mereka.
"Selain menjual emas batangan, kustomer juga menjual emas dalam bentuk perhiasan. Dalam sekali transaksi, customer menjual emas minimal 20 gram. Habis Idul Fitri, pas mau menyekolahkan anak, pas emas naik. Jadi banyak yang jual," imbuhnya.
Management Representatif Butik Emas Logam Mulia Yogyakarta, Joko Kurniawan menuturkan menjelang Idul Fitri, harga emas cenderung mengalami kenaikan. Harga sebelum hari raya yaitu pada tanggal 29 Juni 2016, emas batangan masih berada di kisaran Rp596.000 per gramnya dengan buy back price Rp545.000. Selepas Idul Fitri mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
"Harga emas paska Idul Fitri makin melejit," tuturnya, Rabu (16/7/2016).
Tercatat harga emas batangan pada tanggal 11 Juli atau pada H+6 Idul Fitri ini menyentuh level Rp630.000 per gramnya. Ketika harga emas menyentuh level tersebut, buyback price yang ia berikan kepada konsumen adalah Rp565.000. Hal ini tentu membuat antusiasme masyarakat untuk menjual emas mereka saat ini semakin meningkat.
Termasuk masyarakat yang ingin menjual emas batangan LM Antam mereka. Karena mereka menganggap sudah diuntungkan jika dijual di harga sekarang ini. Mereka berpendapat harga sekarang lebih tinggi dibanding dengan saat pembelian dulu.
Melihat gejolak ini, beberapa masyarakat lantas banyak membeli emas untuk investasi pada masa libur Idul Fitri dan liburan sekolah kali ini. Joko mengatakan, saat ini butik yang ia kelola mengalami kenaikan kunjungan masyarakat yang ingin membeli emas batangan sebagai investasi.
"Sembari berlibur mereka menggunakan kesempatan tren naiknya harga emas untuk berinvestasi karena masih yakin harga emas berpotensi untuk terus meningkat nilainya," paparnya.
Potensi kenaikan emas, kata dia, masih sangat besar sehingga orang menahan untuk menjual atau membeli saat ini, dengan harap mengambil untung beberapa bulan ke depan. Hal tersebut sesuai para analis internasional, kondisi ekonomi global yang lemah saat ini berdampak pada pasar investasi. Terlebih peristiwa Brexit dan juga turunnya status Deutsche Bank menjadi BBB di bulan Juni, turut berdampak juga di pasar saham, forex dan juga emas.
Sementara untuk emas yang masih bertahan di level tinggi tetap dipengaruhi oleh harga internasional. Para investor masih merasa khawatir dengan kebijakan bank sentral Amerika sehingga emas masih diburu sebagai pengaman aset. Di Jepang misalnya, dari bulan Mei ke Juni 2016 penjualan emas meningkat 60% di Tanaka Holdings Co. Perilaku ini tentu sangat mempengaruhi harga emas di pasaran.
"Para investor di Jepang percaya aset mereka terlindungi bahkan cenderung meningkat dengan menyimpan emas," ulas Joko.
Karyawan Toko Emas Salaman Putra Ketandan Yogya, Istu Hartini mengatakan, sebenarnya peningkatan masyarakat yang menjual emas sudah mulai terjadi sejak memasuki Ramadhan. Biasanya, dari 10 orang yang datang ke tokonya untuk bertransaksi membeli emas, kini sudah beralih menjual emas mereka.
"Selain menjual emas batangan, kustomer juga menjual emas dalam bentuk perhiasan. Dalam sekali transaksi, customer menjual emas minimal 20 gram. Habis Idul Fitri, pas mau menyekolahkan anak, pas emas naik. Jadi banyak yang jual," imbuhnya.
(ven)
Lihat Juga :