Wejangan Menteri Bambang bagi Anak Muda Hadapi MEA

Sabtu, 06 Agustus 2016 - 07:10 WIB
Wejangan Menteri Bambang...
Wejangan Menteri Bambang bagi Anak Muda Hadapi MEA
A A A
DEPOK - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menjelaskan persaingan dunia kerja sejak era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) semakin ketat. Kondisi itu harus dihadapi oleh generasi muda.

“Mulai Januari 2016, Indonesia menjadi bagian MEA. Tantangan saya bahwa kalian harus sanggup karena Indonesia menjadi bagian dari kompetisi global. Bukan kompetisi yang localy dan regional. Konsekuensinya, perpindahan tenaga kerja sangat mudah,” katanya dalam kuliah umum pada rangkaian Kegiatan Mahasiswa Baru (KAMABA) program sarjana semua kelas serta program Vokasi Universitas Indonesia, Jumat (5/8/2016).

Menurut Bambang, pasar kerja saat ini tidak hanya di Indonesia, tetapi sudah bicara soal ASEAN yakni 10 negara. Pesaing lulusan muda Tanah Air bahkan tidak lagi sesama anak muda dalam negeri, tetapi sudah bersifat global.

"Pasar kerja kita tak lagi di NKRI. Pasar kerja kita di ASEAN. Harus punya pengakuan secara internasional. Ada sertifikasi misalnya jadi insinyur di ASEAN, dokter, akuntan, lawyer dan lainnya. Jadi tidak hanya menghadapi dari negeri sendiri, harus siap bersaing dengan dari negara lain," tandasnya.

Karena itu, lanjutnya, ia memiliki kiat agar anak muda Indonesia siap menjalani tantangan MEA. Yaitu menjaga ketahanan di bidang ekonomi dan berani memanfaatkan peluang. (Baca: Menteri PPN: Indonesia Harus Jadi Negara Industri dan Jasa)

“Stabilitas ekonomi harus dijaga. Jangan tidak dikelola dengan baik. Ada negara namanya Venezuela dulu terkenalnya karena sering menang Miss Universe. Saat ini negara itu hampir bangkrut padahal penghasil minyak terbesar di dunia karena salah urus. Jangan sampai terjadi di Indonesia,” katanya.

Memanfaatkan peluang, kata Bambang, juga harus diperkuat dengan kemampuan berbahasa asing. Ia berharap seluruh mahasiswa sarjana harus fasih berbahasa Inggris.

“Kuncinya, saya minta mulai dari bahasa. Sebelum bicara masalah akademik, cek dulu kemanpuan bahasanya. S1 harus lancar bahasa Inggris bagus juga jika ada bahasa selain itu. Agar tak ada kesulitan melamar kerja di manapun. Tak harus bekerja hanya di Jakarta. Bisnis opportunity job di daerah semakin baik kok. Jadi tak hanya eksklusif kerja di Jakarta tetapi menyebar ke daerah,” tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gaet Mea Shahira, Eka...
Gaet Mea Shahira, Eka Winky Project Lahirkan Karya Baru
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan Keberlanjutan Kunci Pencapaian Target Cetak Biru MEA 2025
Subholding Gas Pertamina,...
Subholding Gas Pertamina, MEA dan WLI Baku Gandeng Penuhi Kebutuhan Listrik 30 MW
Berita Terkini
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
18 menit yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
48 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
1 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
1 jam yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
1 jam yang lalu
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved