Permintaan Emas Global Naik 15% Jadi 1.050 Ton

Jum'at, 12 Agustus 2016 - 06:21 WIB
Permintaan Emas Global...
Permintaan Emas Global Naik 15% Jadi 1.050 Ton
A A A
MUMBAI - World Gold Council (WGC) mengungkapkan, permintaan emas global tumbuh sebesar 15% menjadi 1.050 ton pada kuartal kedua tahun ini, terutama didorong oleh permintaan investasi yang cukup besar. Sementara, permintaan emas periode sama tahun lalu mencapai 910 ton.

Seperti dikutip dari Firstpost, Kamis (11/8/2016), permintaan investasi mencapai 448 ton karena investor mencari diversifikasi risiko dan penyimpan nilai yang aman dalam menghadapi ketidakstabilan politik, ekonomi dan sosial.

Exchange traded funds (ETF) tampil baik di 237 ton selama periode April-Juni, sementara bar dan permintaan koin juga di sejumlah pasar, termasuk Amerika Serikat mencapai 25 ton (naik 101%).

"Kekuatan permintaan kuartal ini atau paruh pertama 2016 telah menjadi tertinggi kedua untuk emas sebanyak 2.335 ton," kata Kepala Market Intelligence WGC Alistair Hewitt.

Sementara, ada kenaikan permintaan perhiasan di AS sebesar 1% dan Iran naik 10%. Sementara, China turun sebesar 15% menjadi 144 ton dan India turun 20% untuk 98 ton.

India, dipengaruhi oleh pendapatan pedesaan yang tersisa di bawah tekanan, serta keputusan pemerintah untuk meningkatkan cukai. Sementara itu, China menghadapi seperempat tantangan dengan latar belakang ekonomi yang relatif melemah dan pelaksanaan undang-undang Hallmarking baru pada Mei.

Fondasi untuk permintaan ini kuat dan beragam, menggambar pada spektrum yang luas dari investor dalam mengakses emas melalui berbagai produk, dengan ETF emas dan bar dan koin tampil sangat kuat.

"Tapi pasar emas global, berdasarkan saldo, jadi sementara investasi saat ini komponen terbesar dari permintaan, kita melihat kembali secara bertahap untuk pasar perhiasan di paruh kedua 2016," kata Hewitt.

Selanjutnya, laporan WGC mengatakan, permintaan dari bank sentral menurun 40% menjadi 77 ton dibanding 127 ton pada periode sama tahun lalu, yang mengakibatkan pembelian bersih untuk semester pertama (H1) sebesar 185 ton.

Sementara, pada kuartal ini adalah tingkat terendah dari pembelian bersih sejak periode April-Juni 2011, kata laporan itu, di tengah kenaikan signifikan dalam harga emas. Secara dramatis meningkatkan nilai kepemilikan emas bank sentral menjadi USD1,4 triliun.

Bank sentral masih diharapkan menjadi kontributor kunci untuk permintaan global seperti emas memberikan diversifikasi dari cadangan mata uang, terutama dolar.

Sementara itu, total pasokan naik 10% menjadi 1.145 ton pada kuartal kedua 2016, dari 1.042 ton pada periode tiga bulan yang sama tahun lalu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Harli Siregar: 109 Ton...
Harli Siregar: 109 Ton Emas Antam Asli tapi Ilegal
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Tembus Rp 14.000
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
2 jam yang lalu
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
4 jam yang lalu
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
5 jam yang lalu
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
7 jam yang lalu
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
7 jam yang lalu
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
8 jam yang lalu
Infografis
Usia Pensiun Pekerja...
Usia Pensiun Pekerja di Indonesia Naik Jadi 59 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved