Ekonomi Indonesia Harus Segera Ditata Ulang
Sabtu, 13 Agustus 2016 - 10:32 WIB
Ekonomi Indonesia Harus Segera Ditata Ulang
A
A
A
BANDUNG - Indonesia harus segera mengubah haluan. “Ketika kita mempertahankan kapitalisme sebagai ujung tombak membangun ekonomi, selama itu kesenjangan tetap tercipta,” ujar CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) saat berdialog dengan Badan Kerja sama Gereja-Gereja dan Lembaga Pelayanan Kristiani (BKSG-LPK) Kabupaten Bandung di Bandung, Jumat (12/8/2016).
Menurutnya, keikutsertaan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan makin memperburuk kondisi Indonesia. Masyarakat menengah bawah di negeri ini akan semakin jauh tertinggal. “Bukannya kita yang mengambil manfaatnya, tapi kita yang termanfaatkan MEA, karena Indonesia sudah bergeser dari negara berbasis produktif menjadi konsumtif,” katanya.
Perubahan itu, kata HT, membuat perekonomian Indonesia tidak sehat. Meski tumbuh, tetapi tidak menciptakan lapangan pekerjaan karena penopangnya sektor konsumsi. “Ekonomi kita sudah tidak produktif. Ekonomi tumbuh, tapi masyarakat miskinnya banyak,” tuturnya.
Dia menegaskan, kapitalisme atau pasar bebas hanya cocok untuk negara yang tatanan masyarakatnya sudah mapan, baik kesejahteraan maupun pendidikan. Sementara Indonesia, mayoritas masyarakatnya masih dalam tatanan menengah bawah dan berpendidikan rendah. Sekitar 49% masyarakat masih SD ke bawah.
Membangun Indonesia, lanjutnya, butuh keberpihakan terhadap masyarakat menengah bawah. Perlakuan khusus seperti kemudahan akses dana murah, pelatihan keterampilan dan proteksi harus diberikan agar mereka bisa berkembang produktif.
“Ketika kita mampu melakukan keberpihakan, mengangkat golongan bawah menjadi menengah, menengah menjadi atas, kelompok produktif akan meningkat, disitulah lapangan kerja akan terbuka lebar,” kata HT. Terciptanya lapangan pekerjaan sangat dibutuhkan di tengah bonus demografi yang dialami Indonesia saat ini.
Bukan hanya membuka lapangan kerja, lanjut HT, masyarakat produktif akan menambah basis pembayar pajak Indonesia. Saat ini, dari total 250 juta lebih penduduk, hanya sekitar 1 juta lebih yang berkontribusi pajak kepada negara. Padahal 2/3 dana pembangunan berasal dari pajak. “Kita harus cepat menata bangsa, agar generasi penerus memiliki kehidupan lebih baik,” tegasnya.
Menurutnya, keikutsertaan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan makin memperburuk kondisi Indonesia. Masyarakat menengah bawah di negeri ini akan semakin jauh tertinggal. “Bukannya kita yang mengambil manfaatnya, tapi kita yang termanfaatkan MEA, karena Indonesia sudah bergeser dari negara berbasis produktif menjadi konsumtif,” katanya.
Perubahan itu, kata HT, membuat perekonomian Indonesia tidak sehat. Meski tumbuh, tetapi tidak menciptakan lapangan pekerjaan karena penopangnya sektor konsumsi. “Ekonomi kita sudah tidak produktif. Ekonomi tumbuh, tapi masyarakat miskinnya banyak,” tuturnya.
Dia menegaskan, kapitalisme atau pasar bebas hanya cocok untuk negara yang tatanan masyarakatnya sudah mapan, baik kesejahteraan maupun pendidikan. Sementara Indonesia, mayoritas masyarakatnya masih dalam tatanan menengah bawah dan berpendidikan rendah. Sekitar 49% masyarakat masih SD ke bawah.
Membangun Indonesia, lanjutnya, butuh keberpihakan terhadap masyarakat menengah bawah. Perlakuan khusus seperti kemudahan akses dana murah, pelatihan keterampilan dan proteksi harus diberikan agar mereka bisa berkembang produktif.
“Ketika kita mampu melakukan keberpihakan, mengangkat golongan bawah menjadi menengah, menengah menjadi atas, kelompok produktif akan meningkat, disitulah lapangan kerja akan terbuka lebar,” kata HT. Terciptanya lapangan pekerjaan sangat dibutuhkan di tengah bonus demografi yang dialami Indonesia saat ini.
Bukan hanya membuka lapangan kerja, lanjut HT, masyarakat produktif akan menambah basis pembayar pajak Indonesia. Saat ini, dari total 250 juta lebih penduduk, hanya sekitar 1 juta lebih yang berkontribusi pajak kepada negara. Padahal 2/3 dana pembangunan berasal dari pajak. “Kita harus cepat menata bangsa, agar generasi penerus memiliki kehidupan lebih baik,” tegasnya.
(ven)
Lihat Juga :