Ekonom Prediksi Peningkatan Cadev Akan Tetap Terjaga

Rabu, 07 September 2016 - 22:07 WIB
Ekonom Prediksi Peningkatan...
Ekonom Prediksi Peningkatan Cadev Akan Tetap Terjaga
A A A
JAKARTA - Peningkatan Cadangan Devisa (Cadev) sampai akhir Agustus 2016 menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede didorong oleh penerimaan pajak dan devisa sektor migas (minyak dan gas bumi) Ditambah lagi penarikan utang luar negeri pemerintah, sementara permintaan valas dalam negeri masih terkendali.

(Baca Juga: Cadangan Devisa RI Meningkat Capai USD113,5 Miliar)

"Kenaikan cadev terjadi meskipun rupiah cenderung melemah sekitar 0,40% mom," katanya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Ke depannya, dia menerangkan Bank Indonesia (BI) dan pemerintah perlu meningkatkan koordinasi supaya menjaga iklim investasi dengan tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah serta meningkatkan fundamental ekonomi di tengah meningkatnya risiko fiskal.

Menurunya dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter BI pada akhir tahun ini diharapkan dapat mendorong capital inflows di pasar keuangan. Dengan meningkatnya tren cadev mengindikasikan bahwa neraca pembayaran berpotensi untuk kembali surplus pada kuartal III tahun ini.

"Dan meskipun ada ekspektasi kenaikan FFR (fed funds rate/suku bunga AS) pada bulan Desember tahun ini, menurut saya dampak nya dapat diredam dengan kondisi iklim investasi yang makin membaik sehingga rupiah diperkirakan cukup tahan dari shock external sehingga tidak menyebabkan capital outflow yang signifikan," ungkapnya.

Disamping itu juga, dana repatriasi dari program tax amnesty dinilai belum signifikan. Jadi peningkatan cadev bukan disebabkan karena tax amnesty, tapi karena supply dollar dalam negeri meningkat karena penerimaan devisa dan ekspor.

Sementara permintaan dollar dalam negeri khususnya dari korporasi juga menurun cukup signifikan karena utang luar negeri swasta yang trend nya menurun dan juga karena upaya BI untuk menjaga permintaan valas dengan PBI kewajiban penggunaan rupiah dalam negeri.

Di sisi lain Kepala Ekonom BCA David Sumual mengungkapkan, cadangan devisa diperkiraka akan terus mengalami peningkatan. Hal tersebut dikarenakan pemerintah yang menambah Utang Luar Negeri (ULN), seperti menerbitkan global bonds.

Dengan demikian, kata David, Bank Indonesia sudah memiliki pasokan yang cukup di market sehingga BI tidak perlu lagi intervensi. "Karena kan banyak utang luar negeri yang masuk, nah pasti sudah masuk ke cadev," ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia Akhir September Turun Jadi 130,8 Miliar Dolar AS
Peningkatan Cadev Dipengaruhi...
Peningkatan Cadev Dipengaruhi Dua Faktor, Trennya Bakal Berlanjut
Ekonom Sebut Cadangan...
Ekonom Sebut Cadangan Devisa RI Masih Aman Meski Menurun
Cadev Naik Saat Ekspor...
Cadev Naik Saat Ekspor dan Devisa Pariwisata Anjlok Sinyal Abnormal, Apa Jawabannya
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi USD137,1 Miliar
Cadangan Devisa Akhir...
Cadangan Devisa Akhir September 2021 Meningkat Jadi Rp2.092 Triliun
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
Prabowo akan Luncurkan...
Prabowo akan Luncurkan BLT untuk Guru Honorer pada 2 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved