Kemenkeu dan KKP Cegah Kerugian Negara dari Penyelundupan

Selasa, 13 September 2016 - 12:52 WIB
Kemenkeu dan KKP Cegah...
Kemenkeu dan KKP Cegah Kerugian Negara dari Penyelundupan
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama dengan Polri berhasil menggagalkan penyelundupan 166.475 kg Amonium Nitrat yang biasa digunakan sebagai bahan peledak untuk menangkap ikan dengan kisaran nilai mencapai Rp24,97 miliar.

Selain itu ada juga penyelundupan kontainer Frozen Pasific Mackarel dari Jepang dan 71.250 ekor baby lobster yang berhasil digagalkan di Bandara Soekarno Hatta pada 8 September lalu. Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan, tujuan penggalangan ini untuk melindungi perikanan dalam negeri karena banyaknya pelanggaran terutama untuk perikanan yang akan merusak pasar.

"Tujuan kita melakukan ini untuk melindungi perikanan dalam negeri karena banyaknya gangguan di sektor tersebut. Terutama untuk perikanan, itu akan merusak pasar nelayan dan ada peredaran yang bisa merusak ekosistem kelautan yang bakal mengurangi ikan," kata Heru di New Port Container Terminal 1, Tanjung Priok Jakarta, Selasa (13/9/2016).

Dia menambahkan untuk potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan dalam usaha penyelundupan mackarel dari Jepang, ditafsir hingga Rp3 miliar lebih. Sedangkan untuk baby lobster mencapai Rp2,8 miliar.

Lebih lanjut dia menerangkan pihaknya berpesan kepada masyarakat bahwa kasus penyelundupan ini akan segera diselesaikan dengan cepat dalam rangka melindungi sumber daya alam di sektor perikanan ilegal.

"Kita akan selesaikan kasus ini dengan cepat, untuk melindungi sumber daya alam di sektor perikanan dari rusaknya ekosistem laut khususnya terumbu karang. Kemudian juga melindungi nelayan dan industri perikanan dalam negeri dari membanjirnya produk perikanan ilegal, mencegah punahnya sumber daya ikan akibat ekspor bibit perikanan secara ilegal, dan mencegah terjadinya tindak pidana terorisme dari penyalahgunaan bahan peledak secara ilegal," tutup dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
Kadin Gelar Halalbihalal...
Kadin Gelar Halalbihalal dengan KKP, Bahas Tantangan Sektor Kelautan dan Perikanan
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
7 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
7 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
8 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
8 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
9 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved