Penurunan Harga BBM Bukan Imbas OPEC Pangkas Produksi

Kamis, 29 September 2016 - 17:40 WIB
Penurunan Harga BBM...
Penurunan Harga BBM Bukan Imbas OPEC Pangkas Produksi
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memastikan, keputusan organisasi negara-negara pengekspor minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) untuk memangkas produksi minyaknya jadi 32,5-33,0 juta barel per hari (bph), tidak akan memengaruhi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk periode Oktober 2016.

(Baca Juga: Harga BBM Premium Turun Rp300/Liter Mulai 1 Oktober, Solar Naik)

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, untuk evaluasi harga BBM periode Oktober 2016, acuan harga minyak mentah yang digunakan adalah periode tiga bulan terakhir. Jadi, pemangkasan produksi minyak oleh OPEC baru akan dirasakan dampaknya pada evaluasi tiga bulanan berikutnya.

"Jadi kalau Pak Wirat (Dirjen Migas) bicara 1 Oktober ada perubahan (harga BBM), berarti mengacu pada harga di Juli-Agustus-September dan MOPS di 3 bulan terkahir itu berapa. Tadi semua mengacu pada formula harga yang bisa disepakati antara pemerintah, ESDM dengan Komisi 7. Itu formula harga terbuka," katanya saat berbincang dengan media di Jakarta, Kamis (29/9/2016).

Wianda menambahkan, pemangkasan produksi minyak OPEC sejatinya akan berpengaruh pada pergerakan harga minyak mentah. Namun, hingga saat ini pihaknya belum memproyeksikan penurunan harga minyaknya.

"Mungkin yang bisa dilihat utamanya ada dipergerakan harga minyak mentahnya. Kita belum memproyeksikan berapa penurunan harga minyak mentahnya. Tapi pada intinya, kalau ini dikaitkan dengan premium, memang kondisi premium itu mengacu pada angka MOPS 3 bulan terakhir dari harga ditetapkan," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, harga minyak dunia naik hampir 6% setelah OPEC mencapai kesepakatan untuk membatasi produksi minyak mentah pada pertemuan kebijakan pada November, perjanjian pertama untuk memangkas produksi sejak 2008 dan setelah pasar jatuh lantaran kelebihan pasokan minyak.

(Baca Juga: OPEC Sepakat Batasi Produksi, Harga Minyak Dunia Meroket 6%)

Seperti dikutip dari Reuters, harga minyak brent ditutup naik USD2,72, atau 5,9% menjadi 48,69 per barel, memukul lebih dari dua pekan di posisi tinggi USD48,96. Sementara, harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) juga naik USD2,38, atau 5,3% menjadi USD47,05, setelah sempat setinggi USD47,45, tertinggi sejak 8 September.

OPEC mencapai kesepakatan untuk membatasi produksinya ke kisaran 32,5-33,0 juta barel per hari (bph) dalam pembicaraan yang diadakan di sela-sela Forum Energi yang digelar pada 26-28 September.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mulai 1 Februari 2023,...
Mulai 1 Februari 2023, Harga 2 Jenis BBM Pertamina Resmi Naik
Pertamina Melakukan...
Pertamina Melakukan Penyesuaian Harga BBM, Cek Daftarnya
Resmi Turun! Ini Daftar...
Resmi Turun! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Jenis Pertamax
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Lagi Mulai 1 Maret 2023
Harga BBM Tak Turun-Turun,...
Harga BBM Tak Turun-Turun, Ini Alasan Pertamina
Harga BBM Seharusnya...
Harga BBM Seharusnya Turun Rp2.000 per Liter Per 1 Mei
Berita Terkini
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
1 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
1 jam yang lalu
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
7 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
7 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
8 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
8 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved