Buka Fishcrime Symposium, Jokowi Pamer Ekspor Produk Ikan Naik

Senin, 10 Oktober 2016 - 14:50 WIB
Buka Fishcrime Symposium,...
Buka Fishcrime Symposium, Jokowi Pamer Ekspor Produk Ikan Naik
A A A
YOGYAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ada peningkatan ekspor sebesar 7,34% dari produk perikanan Indonesia dari bulan Januari hingga Juni 2016, bila dibandingkan dengan periode yang sama 2015. Dia juga menerangkan ada penurunan tindakan ilegal dalam eksploitasi ikan selama dua tahun terakhir.

"Terus belajar dengan negara-negara lain, dan juga pengalaman sendiri dalam menghadapi ilegal fishing. Sekaligus, kita berbagai pengalaman dengan negara-negara lain, negara sahabat, dalam masalah ini," katanya saat membuka simposium internasional kejahatan perikanan atau Symposium Fisheries Crime (FishCRIME) di Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta, Senin (10/10/2016).

Menurutnya Indonesia pernah menempati peringkat kedua produsen terbesar di dunia untuk ikan laut dengan jumlah tangkapan 6 juta ton atau setara dengan 6,8% total produksi dunia yang terjadi 2014 lalu. "Saya yakin angka-angka itu masih di bawah potensi maksimal Indonesia karena masih ada praktek ilegal fishing," sambungnya.

Lebih lanjut Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku tidak rela kejahatan laut di Indonesia dibiarkan begitu saja. Untuk itu, dia menegaskan adanya simposium yang dihadiri 45 negara dari lima benua ini merupakan bukti nyata pemerintah dalam mengatasi persoalan kejahatan perikanan dunia.

"Simposium ini bukti nyata komitmen dari aksi bersama kita dalam mengatasi persoalan kejahatan perikanan," tegasnya.

Dia menambahkan praktik ilegal fishing sudah mengakibatkan merugikan perekonomian negara sebesar USD20 miliar per tahun. Termasuk, mengancam 65% terumbu karang yang ada di lautan Indonesia.

Oleh karena itu dia menerangkan, selama kepemimpinannya selama dua tahun terus mengencarkan perang terhadap ilegal fishing. Begitu juga dengan pengamanan terhadap 236 kapal pencuri ikan. Jokowi sendiri memberikan apresiasi terkait penindakan hukum terhadap kapal-kapal pencuri ikan dengan menengelamkan ke laut.

"Hasilnya mulai terlihat, eksploitasi ikan (Ilegal) di Indonesia mengalami penurunan antara 30 sampai 35%, sehingga kita memungkinkan stok tangkapan ikan dari 7,2 ton tahun 2013 menjadi 9,9 juta ton di tahun 2015," paparnya.

Jokowi juga mengapresiasi acara simposiom internasional ini karena Indonesia telah diberi kepercayaan dari dunia internasional dalam keberhasilan memberantas penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
Isu Reshuffle Kabinet...
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Pengamat: Momentumnya Memungkinkan
1 Jam Pertemuan Dubes...
1 Jam Pertemuan Dubes Belanda dengan Jokowi, Ini yang Dibicarakan
Ketika Ketum MUI Panggil...
Ketika Ketum MUI Panggil Jokowi Insinyur Haji Muhammad Joko Widodo
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
6 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
6 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
7 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
7 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
7 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
9 jam yang lalu
Infografis
Rusia Didesak China,...
Rusia Didesak China, Buka Blokade Ekspor Biji-bijian di Laut Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved