Pertamina Siapkan Dua Pesawat Khusus Angkut BBM ke Papua

Jum'at, 21 Oktober 2016 - 14:36 WIB
Pertamina Siapkan Dua...
Pertamina Siapkan Dua Pesawat Khusus Angkut BBM ke Papua
A A A
DENPASAR - Untuk menyuplai bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Agen Penjualan Minyak dan Solar (APMS) wilayah Pegunungan Papua, dalam rangka pemberlakuan kebijakan BBM satu harga di Papua, PT Pertamina menyewa dua unit pesawat jenis Air Tractor yang khusus mengangkut BBM ke wilayah tersulit di Papua, khususnya wilayah Pegunungan Tengah.

"Kalau lewat darat pasti jadinya mahal, sehingga kami telah menyiapkan dua pesawat Air Tractor untuk kelancaran suplai BBM di wilayah pegunungan Papua dan Papua Barat, yang sebelumnya untuk satu liter BBM bisa Rp80 ribu bahkan Rp100 ribu rupiah," kata Area Manager Commuication & Relation Pertamina MOR VIII, Taufik Nurrachman kepada MNC Media di Denpasar, Jumat (21/10/2016).

Menurutnya, kapasitas angkut dua pesawat tersebut dinilai cukup untuk menyuplai BBM di tiap APMS di pegunungan. "Satu pesawat bisa membawa 4.000 liter atau 4 KL, dan dalam sehari pesawat-pesawat ini mampu dua kali drop BBM, sehingga dinilai cukup," ujarnya.

Dia menuturkan, suplai BBM tidak hanya dilakukan melalui udara dengan pesawat Air Tractor, namun untuk wilayah yang mampu dijangkau lewat perairan maka akan digunakan kapal laut. "Ada beberapa daerah yang bisa disuplai lewat kapal, jadi tidak hanya mengandalkan pesawat-pesawat," kata dia.

Sementara terkait kuota suplai BBM di APMS wilayah Pegunungan Papua dan Papua Barat, dilihat dari geografis suatu wilayah dan banyaknya jumlah penduduk. "Jatah banyaknya BBM tiap APMS berbeda-beda, tergantung geografis dan jumlah penduduknya, sehingga tidak mesti sama," ujarnya.

Pihaknya juga menggandeng sejumlah pihak terkait untuk melakukan pengawasan. "Kebijakan ini harus diawasi dengan baik agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan, misalnya penimbunan atau penyelundupan. Presiden Joko Widodo telah meminta Kapolda maupun Panglima TNI untuk selalu melaporkan kondisi harga di lapangan bila kebijakan tersebut sudah berjalan," tutur Taufik.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah pun akan ikut melakukan pengawasan. "Karena Presiden kan sudah menetapkan satu harga, tapi bisa saja penyelewengan terjadi. Baik penimbunan atau seterusnya," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mulai 1 Februari 2023,...
Mulai 1 Februari 2023, Harga 2 Jenis BBM Pertamina Resmi Naik
Pertamina Melakukan...
Pertamina Melakukan Penyesuaian Harga BBM, Cek Daftarnya
Resmi Turun! Ini Daftar...
Resmi Turun! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Jenis Pertamax
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Lagi Mulai 1 Maret 2023
Harga BBM Tak Turun-Turun,...
Harga BBM Tak Turun-Turun, Ini Alasan Pertamina
Harga BBM Seharusnya...
Harga BBM Seharusnya Turun Rp2.000 per Liter Per 1 Mei
Berita Terkini
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
34 menit yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
1 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
4 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
4 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
4 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
5 jam yang lalu
Infografis
Prancis Kerahkan Pesawat...
Prancis Kerahkan Pesawat Bersenjata Nuklir ke Perbatasan Jerman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved