Pemerintah Diminta Naikkan Harga Elpiji 3 Kg

Jum'at, 28 Oktober 2016 - 20:25 WIB
Pemerintah Diminta Naikkan...
Pemerintah Diminta Naikkan Harga Elpiji 3 Kg
A A A
JAKARTA - Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan, pemerintah seharusnya berani membuat terobosan secara bertahap untuk mengurangi subsidi dengan menaikkan harga elpiji 3 kg. Sejak diluncurkan program konversi minyak tanah ke elpiji pada 2001, harga jualnya tidak dinaikkan pemerintah.

Dia menjelaskan, hal tersebut berbeda dengan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang nyaris dihapus total dan berhasil. Kebijakan ini sukses dilakukan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Seperti halnya BBM yang hanya tinggal BBM solar yang masih di subsidi pemerintah. Ternyata penghapusan subsudi pada BBM premium bisa berjalan dengan nyaris tanpa menimbulkan masalah serius," ujar dia dalam keterang tertulisnya di Jakarta, Jumat (28/10/2016).

Hal tersebut seharusnya dijadikan pertimbangan pemerintah dalam melakukan kebijakan harga terhadap harga elpiji 3 kg. Sementara, harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg yang ditetapkan sejak dilaksanakannya program konversi minyak tanah sebesar Rp4.250/kg .

Namun, kenyataannya konsumen di Tanah Air selama ini membeli elpiji dari pengecer dan atau pangkalan elpiji selalu dengan harga yang tidak sesuai HET. Baik yang ditetapkan pemerintah pusat atau HET yang ditetapkan gubernur dan atau bupati atau wali kota.

"Kenyataannya, pembelian elpiji 3 kg yang nyaris tidak mengacu kepada ketentuan pemerintah itu ternyata nyaris tidak bermasalah buat masyarakat. Anehnya tidak pula dipermasalakan pemerintah yang berkuasa sejak 2001," katanya.

Masyarakat, lanjut Sofyano, sepertinya berpendapat harga yang tidak sesuai HET tidak masalah. Asalkan, elpiji 3 kg selalu tersedia dan dapat mudah diperoleh.

"Jika pemerintah menetapkan mengkoreksi atau menaikkan harga elpiji 3 kg menjadi Rp6.500/kg, namun dengan catatan pemerintah menjamin harga itu berlaku sama di seluruh Indonesia dan pada dasarnya merupakan HEN (harga eceran nyata) yang berlaku sama di seluruh wilayah NKRI. Maka, diyakini bisa diterima dan tidak akan menjadi masalah serius masyarakat," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
3 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
6 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
6 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
8 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
8 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
10 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved