Pengamat Ramal Ekonomi RI Kuartal III Terkoreksi di Level 4,9%
Sabtu, 29 Oktober 2016 - 13:31 WIB
Pengamat Ramal Ekonomi RI Kuartal III Terkoreksi di Level 4,9%
A
A
A
JAKARTA - Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual memperkirakan pertumbuhan ekonomi atau growth domestic product (GDP) Indonesia pada kuartal III/2016 akan lebih rendah dari kuartal sebelumnya yakni di kisaran 4,9%. Angka pertumbuhan ekonomi sendiri akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 7 November 2016.
David mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi kuartal III lebih terkoreksi ke bawah. Salah satunya, masih lambatnya penyaluran kredit di Indonesia.
"Pertumbuhan ekonomi kita kuartal III akan terkoreksi ke bawah jika dibanding kuartal sebelumnya, 4,9% lah. Kredit kita masih melambat meskipun didukung konsumsi, Agustus itu 6,8%, tapi September masih lebih rendah," kata David kepada SINDOnews, Jakarta, Sabtu (29/10/2016).
Selain itu, investasi dari swasta memang sudah menunjukkan kenaikan. Namun, masih melambat termasuk konsumsi meskipun naik tapi tidak banyak memberi andil.
"Dua itu lebih lambat dari kuartal sebelumnya. Terus kalau soal perdagangan internasional, kita memang surplus bagus tapi lebih rendah dari tahun lalu," ujar David.
Pihaknya berharap tren terkoreksi turun ini hanya terjadi pada kuartal III. Sedangkan untuk kuartal IV diharapkan bisa kembali meningkat lantaran biasanya pada akhir tahun konsumsi dan belanja masyarakat meningkat.
Terlebih lagi dengan adanya inflasi yang terkendali meskipun anggaran belanja pemerintah sudah dipotong banyak oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
"Inflasi tahun ini memang oke tapi belanja sudah dikurangi banget. Harapannya di swasta sudah mulai naik kreditnya untuk akhir tahun. Biasanya juga di akhir tahun itu, belanja dan konsumsi masyarakat meningkat karena Natal, tahun baru dan musim liburan," pungkasnya.
David mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi kuartal III lebih terkoreksi ke bawah. Salah satunya, masih lambatnya penyaluran kredit di Indonesia.
"Pertumbuhan ekonomi kita kuartal III akan terkoreksi ke bawah jika dibanding kuartal sebelumnya, 4,9% lah. Kredit kita masih melambat meskipun didukung konsumsi, Agustus itu 6,8%, tapi September masih lebih rendah," kata David kepada SINDOnews, Jakarta, Sabtu (29/10/2016).
Selain itu, investasi dari swasta memang sudah menunjukkan kenaikan. Namun, masih melambat termasuk konsumsi meskipun naik tapi tidak banyak memberi andil.
"Dua itu lebih lambat dari kuartal sebelumnya. Terus kalau soal perdagangan internasional, kita memang surplus bagus tapi lebih rendah dari tahun lalu," ujar David.
Pihaknya berharap tren terkoreksi turun ini hanya terjadi pada kuartal III. Sedangkan untuk kuartal IV diharapkan bisa kembali meningkat lantaran biasanya pada akhir tahun konsumsi dan belanja masyarakat meningkat.
Terlebih lagi dengan adanya inflasi yang terkendali meskipun anggaran belanja pemerintah sudah dipotong banyak oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
"Inflasi tahun ini memang oke tapi belanja sudah dikurangi banget. Harapannya di swasta sudah mulai naik kreditnya untuk akhir tahun. Biasanya juga di akhir tahun itu, belanja dan konsumsi masyarakat meningkat karena Natal, tahun baru dan musim liburan," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :