Perlambatan Ekonomi Dialami Negara Maju hingga Emerging Market

Senin, 05 Desember 2016 - 11:59 WIB
Perlambatan Ekonomi...
Perlambatan Ekonomi Dialami Negara Maju hingga Emerging Market
A A A
JAKARTA - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri berasumsi bahwa saat ini tidak ada negara yang memimpin untuk angka pertumbuhan ekonomi, lantaran secara keseluruhan semua negara sedang mengalami perlambatan. Kondisi ini menurutnya menimpa semua negara tanpa terkecuali baik negara maju maupun emerging market, yang dibuktikan lewat pertumbuhan fluktuatif ekonomi dunia di angka 5-6%.

"Sebetulnya, ujung tombak negara maju saat ini adalah Amerika Serikat (AS). Tapi dia juga melambat, untuk Eropa dan Jepang growth-nya 0,5 sekian. Emerging market turun juga seperti China dan India yang kita prediksikan tidak akan tumbuh. Artinya, tidak ada di dunia ini negara yang memimpin pertumbuhan ekonomi," kata Faisal di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (5/12/2016).

Lebih lanjut dia menerangkan pada masa-masa sekarang, semua negara sedang sibuk memperbaiki kondisi ekonominya. AS sendiri sedang berusaha mati-matian mengembalikan ekonomi kondusif di negaranya. Pada kuartal III 2016, ekonomi mereka tumbuh 3,2% dari 2,8% di triwulan sebelumnya. Selain itu, angka pengangguran juga mengalami penurunan tajam.

"Angka pengangguran turun tajam dari 4,9% ke 4,6%. Sementara itu, jumlah orang yang berhasil diserap pasar kerja AS sebanyak 171 ribu bulan lalu. Upah rata-rata buruh di sektor swasta naik 2,8% pada Oktober, sedikit turun jadi 2,4% di bulan November, tapi tetap di atas pertumbuhan upah long term yang 2%," paparnya.

Dia menambahkan dengan memperhatikan kondisi ekonomi yang sedikit demi sedikit naik di Amerika Serikat, hampir bisa dipastikan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat Janet Yellen akan menaikkan suku buka Bank Sentral AS (Fed Rate).

"Jadi sudah pasti nih, Yellen akan naikkan suku bunga kurang lebih 10 hari lagi. Nah, ini bakalan jadi tantangan baru untuk Indonesia terutama BI. Mau bagaimana dengan suku bunga BI beserta kebijakannya," terang dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
5 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
6 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
6 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved