Referendum Italia Tidak Pengaruhi Ekonomi Global

Senin, 05 Desember 2016 - 23:37 WIB
Referendum Italia Tidak...
Referendum Italia Tidak Pengaruhi Ekonomi Global
A A A
JAKARTA - Mundurnya Perdana Menteri Italia Matteo Renzi atas hasil referendum di Italia, dinilai tidak mempengaruhi ekonomi global, termasuk Indonesia. Seperti diketahui, Matteo kalah dalam referendum atas rencananya merefomasi konstitusi ekonomi di Italia. Banyaknya masyarakat yang menolak referendum tersebut membuat Matteo mundur dari jabatannya.

Pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan, saat ini perekonomian negara tersebut memang tengah memprihatinkan. Hal ini akan diperparah dengan hasil referendum yang menolak terhadap referendum sang perdana menteri.

"Perdana menterinya kan kemarin mundur, berarti reformasi di Italia akan tersendat, status quo yang menang dan parlemennya tetap kuat. Sedangkan ekonomi Italia akan tambah parah. Sekarang pertumbuhannya minus, pasar sahamnya paling terburuk di dunia. Tapi ini enggak sampai berpengaruh besar terhadap ekonomi global," ujarnya di Jakarta, Senin (5/12/2016).

Pengaruh yang tidak besar ini karena kontribusi Italia terhadap perekonomian Uni Eropa dan global relatif kecil. Kontribusi mereka terhadap perdagangan juga kecil. "Kontribusi Italia relatif kecil. Besaran juga ekonomi Indonesia dari Italia, jadi Anda bisa lupakan," kata dia.‎

Sedangkan dari sisi keuangannya, kondisi Italia saat ini masih lebih baik dibandingkan Yunani saat mengalami krisis utang‎ tahun lalu. Meski utang Italia juga besar, namun pemerintahnya dinilai mampu menjaga level aman sehingga tidak akan terjadi kebangkrutan.

"Utang Italia cukup besar tapi kan dia punya lapis-lapis. Tidak berpotensi dalam jangka pendek mengalami defisit yang besar seperti Yunani, kecuali Italia seperti Yunani akan pengaruh ke pasar keuangan. Tapi ini akan minor sekali," tandas dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
Menjaga Tren Pertumbuhan...
Menjaga Tren Pertumbuhan Ekonomi
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
21 menit yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved