LIPI Ramal Ekonomi RI Tahun Depan Tumbuh 5,5%

Rabu, 14 Desember 2016 - 11:24 WIB
LIPI Ramal Ekonomi RI...
LIPI Ramal Ekonomi RI Tahun Depan Tumbuh 5,5%
A A A
JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Ekonomi memprediksi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan tidak akan jauh berbeda dengan tahun ini. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan bergerak pada tingkatan 5,0%-5,5%.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) LIPI Tri Nuke Pudjiastuti mengungkapkan, stabilitas dan kondusifitas politik nasional dan daerah harus dijaga karena menjadi determinan kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Khususnya dalam menjaga iklim investasi nasional.

"Sedangkan pada tingkat global, kembali keluarnya Indonesia dari keangotaan negara-negara pengekspor minyak (OPEC) menjadi tantangan baru yang harus dihadapi," katanya di Gedung LIPI, Jakarta, Rabu (14/12/2016).

Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Agus Eko Nugroho mengungkapkan, adanya ekspektasi suku bunga global yang rendah, sebagaimana disampaikan dalam World Economic Outlook International Monetary Fund (IMF) pada Oktober 2016, akan memberikan keuntungan bagi negara-negara berkembang terutama dalam bentuk aliran modal masuk.

"Ini tentu akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai negara berkembang," ujar dia.

Sementara, lanjut Agus, kondisi ketidakpastian di Eropa setelah Brexit, ketidakpastian arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS) dengan presiden terpilih, perlambatan ekonomi China, serta dinamika harga komoditas akan menjadi tantangan eksternal yang perlu diperhitungkan para pengambil kebijakan dalam menggerakkan perekonomian.

Pihaknya juga menyoroti dari sisi politik nasional dan lokal, telah terjadi peningkatan kinerja demokrasi di Indonesia secara kuantitas. Namun, secara kualitas gerak perjalanan transisi demokrasi di Indonesia berjalan sangat lambat. Sehingga, Indonesia masih berada pada posisi atau kategori demokrasi prosedural.

"Hal ini ditunjukkan antara lain oleh semakin meningkatnya kebebasan sipil, namun masih banyak diekspresikan dengan cara-cara anti demokrasi seperti demonstrasi dengan kekerasan dan pemaksaan kehendak," tutur Agus.

Di sisi lain, lembaga demokrasi belum berperan secara memadai. Akibatnya, meski kebebasan sipil meningkat, namun peran lembaga demokrasi sebagai saluran hak politik masyarakat cenderung tersumbat. "Kondisi ini baik secara langsung dan tidak langsung memengaruhi iklim investasi dan kinerja ekonomi," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
6 jam yang lalu
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
6 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
6 jam yang lalu
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
7 jam yang lalu
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
7 jam yang lalu
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved