HT: Indonesia Butuh Terobosan untuk Datangkan Investasi
Jum'at, 13 Januari 2017 - 11:05 WIB
HT: Indonesia Butuh Terobosan untuk Datangkan Investasi
A
A
A
BANGKALAN - Indonesia membutuhkan terobosan di tengah denyut ekonomi dunia yang sedang melambat dan membuat tidak mudah untuk mendatangkan investasi. Menurunnya ekonomi dunia tersebut menyebabkan investasi asing lebih terkonsentrasi di negara masing-masing.
Atas dasar itu, untuk menarik investor ke Indonesia membutuhkan cara yang tidak biasa. "Mengundang investasi butuh terobosan. Kemudahan perizinan, pembiayaan, pajak, infrastruktur, kepastian hukum dan jangan korupsi," kata Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) saat melantik 281 DPRt Bangkalan di Bangkalan, kemarin.
Untuk memasukkan investasi dalam jumlah masif, kemudahan perizinan dibutuhkan mulai sejak awal invetasi masuk hingga implementasinya. Namun itu saja tidak cukup, dibutuhkan infrastruktur, kemudahan pajak, kemudian kepastian hukum agar investor merasa tenang menanamkan investasinya di Indonesia.
Selain itu juga dibutuhkan kemudahan pembiayaan. "Perbankan tidak bisa memikirkan neracanya sendiri, mereka agent of development, sebagian investasi dari pembiayaan," kata HT.
Selain modal, investasi juga berasal dari pembiayaan, maka peranan perbankan ikut menentukan bergulirnya investasi. HT juga menekankan tidak boleh ada korupsi, seperti pungutan-pungutan liar karena akan membuat investor malas untuk berinvestasi.
Sebab, lanjut dia, investasi dalam konsisi sulit seperti saat ini membutuhkan situasi yang betul-betul kondusif. Investasi harus diarahkan ke daerah-daerah, termasuk investasi ke Bangkalan.
"Ke depan kalau mau Indonesia maju yang dibangun adalah daerah bukan fokus di kota besar saja," tegasnya.
Bila daerah-daerah dibangun, maka pilar-pilar ekonomi makin banyak, sehingga ekonomi nasional lebih lebih cepat maju. Sebagai informasi, sembilan bulan pertama 2016, realisasi investasi mencapai Rp453,4 triliun, angka tersebut 76,2% dari target sebesar Rp594,8 triliun.
Atas dasar itu, untuk menarik investor ke Indonesia membutuhkan cara yang tidak biasa. "Mengundang investasi butuh terobosan. Kemudahan perizinan, pembiayaan, pajak, infrastruktur, kepastian hukum dan jangan korupsi," kata Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) saat melantik 281 DPRt Bangkalan di Bangkalan, kemarin.
Untuk memasukkan investasi dalam jumlah masif, kemudahan perizinan dibutuhkan mulai sejak awal invetasi masuk hingga implementasinya. Namun itu saja tidak cukup, dibutuhkan infrastruktur, kemudahan pajak, kemudian kepastian hukum agar investor merasa tenang menanamkan investasinya di Indonesia.
Selain itu juga dibutuhkan kemudahan pembiayaan. "Perbankan tidak bisa memikirkan neracanya sendiri, mereka agent of development, sebagian investasi dari pembiayaan," kata HT.
Selain modal, investasi juga berasal dari pembiayaan, maka peranan perbankan ikut menentukan bergulirnya investasi. HT juga menekankan tidak boleh ada korupsi, seperti pungutan-pungutan liar karena akan membuat investor malas untuk berinvestasi.
Sebab, lanjut dia, investasi dalam konsisi sulit seperti saat ini membutuhkan situasi yang betul-betul kondusif. Investasi harus diarahkan ke daerah-daerah, termasuk investasi ke Bangkalan.
"Ke depan kalau mau Indonesia maju yang dibangun adalah daerah bukan fokus di kota besar saja," tegasnya.
Bila daerah-daerah dibangun, maka pilar-pilar ekonomi makin banyak, sehingga ekonomi nasional lebih lebih cepat maju. Sebagai informasi, sembilan bulan pertama 2016, realisasi investasi mencapai Rp453,4 triliun, angka tersebut 76,2% dari target sebesar Rp594,8 triliun.
(izz)