Trump Teken Perintah AS Resmi Keluar dari TPP

Selasa, 24 Januari 2017 - 11:44 WIB
Trump Teken Perintah...
Trump Teken Perintah AS Resmi Keluar dari TPP
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump telah memenuhi janji kampanyenya dengan menandatangani perintah eksekutif untuk menarik diri atau keluar dari perjanjian dagang Trans Pacific Partnership (TPP).

Seperti dikutip dari BBC, Selasa (24/1/2017), kesepakatan perdagangan dengan 12 negara tersebut menjadi hal terpenting dari kebijakan yang dilakukan oleh mantan Presiden AS Barack Obama.

"Hal besar bagi pekerja Amerika yang baru saja kita lakukan," kata Trump saat menandatangani penarikan diri dari TPP tersebut.

Trump juga memotong dana untuk kelompok internasional yang menyediakan aborsi, dan mempekerjakan beberapa pekerja federal. Perintah eksekutif Trump pada TPP sebagian besar sebagai langkah simbolis sejak kesepakatan itu belum diratifikasi oleh Kongres AS.

Selama kampanyem dia mengkritik kesepakatan itu sebagai "bencana potensial untuk negara kita," dengan alasan itu merugikan manufaktur AS. Tindakannya ini mendapatkan pujian dari berbagai pihak.

Trump Semalam memilih Rex Tillerson menjadi sekretaris negara dan disetujui oleh Senat Komite Hubungan Luar Negeri, dan sekarang memerlukan konfirmasi dari Senat secara penuh.

Di hari kerja pertamanya dalam pemerintahan, Trump diperbolehkan memotong Kongres dengan mengeluarkan perintah yang mengikat secara hukum, sebagian besar dari lingkup terbatas untuk para agen federal.

Trump juga menandatangani perintah pemblokiran bantuan asing atau dana federal untuk setiap organisasi nonpemerintah yang memberikan aborsi di luar negeri. Kebijakan itu disebut Mexico City yang pertama kali didirikan oleh Presiden Republik Ronald Reagan pada 1984.

Kebijakan tersebut dibatalkan oleh presiden dari Partai Demokrat yang masuk ke Gedung Putih, termasuk Barack Obama pada 2009 dan kini kembali lagi dipegang oleh Presiden dari Partai Republik.

Trump juga menandatangani perintah eksekutif menempatkan pembekuan yang mempekerjakan pekerja federal nonmiliter. Setelah bertemu para pemimpin bisnis sebelumnya di Gedung Putih, Trump berjanji untuk menurunkan pajak korporasi sampai 15% atau 20%, dari saat ini 35%, dan memangkas peraturan hingga 75% jika mereka mempertahankan pekerjaannya di AS.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Persidangan Pidana Donald...
Persidangan Pidana Donald Trump atas Tuduhan Pemalsuan Catatan Bisnis di New York
Bersama Jo Hyundai,...
Bersama Jo Hyundai, Rekind Lolos Tender Proyek TPPI Olefin Complex
Presiden AS Trump Hadiri...
Presiden AS Trump Hadiri Perayaan Hari Veteran di Pemakaman Nasional Arlington
Rumah Donald Trump di...
Rumah Donald Trump di Florida Digerebek FBI Diduga terkait Dokumen Rahasia
Telinga Kanan Diperban,...
Telinga Kanan Diperban, Mantan Presiden AS Donald Trump Hadiri Konvensi Nasional Partai Republik
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Berita Terkini
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
15 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
17 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
27 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved