Ekonomi Indonesia Butuh Waktu Tumbuh 6%

Kamis, 26 Januari 2017 - 00:10 WIB
Ekonomi Indonesia Butuh...
Ekonomi Indonesia Butuh Waktu Tumbuh 6%
A A A
JAKARTA - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini‎ sebesar 5,1%. Angka ini hampir sama dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi RI di 2016.

Pengamat ekonomi dari PT Bank Central Asia Tbk, David Samual melihat tahun ini lebih dipandang sebagai tahun rasional. Dia menilai pertumbuhan ekonomi bisa digenjot hingga di angka 5,3% itu sudah cukup maksimal.

"Kalau menurut saya memang banyak tantangan di 2017 ini, jadi kalau ada pertumbuhan ekonomi hingga 6% itu butuh waktu. Tahun ini maksimal bisa tumbuh 5,3% ekonomi kita," kata dia kepada wartawan, Rabu (25/1).

(Baca Juga: Chatib Basri Prediksi BI Tak Akan Turunkan Suku Bunga Tahun Ini)

Setidaknya ada beberapa faktor mengapa Indonesia perlu waktu untuk bisa kembali ke pertumbuhan ekonomi di atas 6% seperti beberapa tahun lalu. Pertama, dia melihat faktor global salah satu hal yang menjadi penghambat. Kebijakan pembatasan ekonomi Amerika Serikat (AS) oleh Donald Trump bisa menjadi ancaman beberapa negara mitranya.

Dia menambahkan salah satu yang juga patut dikhawatirkan adalah pengaruh terhadap China. Jika China terkena dampak signifikan dari kebijakan Trump maka ini bisa turut mempengaruhi volume perdagangan Indonesia ke China, alhasil pertumbuhan ekonomi sulit ditingkatkan.

Kedua, dari faktor domestik menurut dia beberapa tekanan akan terjadi terhadap inflasi pada 2017. Ini lebih dikarenakan akan ada kenaikan harga listrik, cukai rokok, BBM (Bahan Bakar Minyak) dan beberapa hal lainnya. "Belum lagi faktor Pilkada, ini menjadikan para investor lebih memilih wait and see sebelum taruh dananya di beberapa daerah di Indonesia," tegas dia.

David melihat, secara rasional dengan didukung beberapa komitmen pemerintah melakukan deregulasi, ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas 6% dalam tiga tahun ke depan.‎ Sebelumnya, Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri memandang ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 6% dalam waktu dekat‎. Hanya saja untuk mencapai itu ada beberapa persyaratan.

Persyaratan itu di antaranya rasio investasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) harus ada di 37%, sedangkan saat ini hanya 32%.‎ Selain itu, rasio tabungan terhadap PDB juga harus 34% didukung dengan defisi transaksi berjalan berada di level 3%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
14 menit yang lalu
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
27 menit yang lalu
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
49 menit yang lalu
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
1 jam yang lalu
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved