Harga Minyak Dunia Reli Lebih dari USD1/Barel

Kamis, 02 Februari 2017 - 08:16 WIB
Harga Minyak Dunia Reli...
Harga Minyak Dunia Reli Lebih dari USD1/Barel
A A A
NEW YORK - Harga Minyak mentah dunia naik lebih dari USD1 per barel setelah sempat diperdagangkan lebih rendah usai laporan pemerintah AS bearish.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (2/2/2017), Harga minyak brent naik USD1,22 per barel ke level USD56,80 per barel. Sementara, harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) naik USD1,07 per barel menjadi USD53,88 per barel.

Harga minyak minyak telah terperangkap dalam kisaran karena para pedagang menunggu apakah pemotongan produksi OPEC dapat melebihi pertumbuhan pasokan di AS. Minyak berjangka mendapatkan keuntungan setelah data pasokan AS mingguan menunjukkan produksi jauh lebih besar dari yang diharapkan, namun harga tetap rebound.

"Minyak mentah AS bisa dikonsolidasi dari USD51 sampai USD55 per barel untuk sementara, sampai ada lagi bukti pemotongan produksi OPEC atau bukti lebih dari produksi atau menstabilkan di AS," kata Bill Baruch, ahli strategi pasar senior di iitrader.com.

Stok minyak mentah AS untuk pekan yang berakhir Jumat naik 6.470.000 barel, hampir dua kali lipat dari yang diharapkan. Kekhawatiran lebih besar dari yang diharapkan membangun awalnya diperburuk bahwa upaya untuk mengurangi produksi global mungkin tidak cukup untuk mengurangi pasokan.

Rusia memangkas produksi pada Januari sekitar 100.000 barel per hari (bph), menurut data Reuters. Sehari sebelumnya, sebuah survei Reuters bahwa OPEC setuju untuk melakukan pemotongan produksi.

"Setiap harapan dari pemulihan harga akan tergantung pada peningkatan upaya OPEC untuk mengekang keluaran meskipun prospek pelarian terbalik akan tergerus oleh kebangkitan pemula dalam produksi minyak mentah AS," kata Stephen Brennock dari broker PVM minyak.

Pemotongan oleh Rusia dan Organisasi Negara Pengekspor Minyak sesuai kesepakatan tahun lalu untuk menurunkan pasokan sebesar 1,8 juta barel per hari, untuk menopang harga yang masih berada pada kisaran setengah dari pertengahan 2014.

Pemotongan produksi oleh Rusia sebesar 100.000 barel per hari akan menjadi sepertiga dari janji Moskow untuk mengurangi produksi dengan 300.000 barel per hari. Namun, Rusia mengatakan penurunan produksi direncanakan akan dilakukan secara bertahap.

OPEC telah menerapkan sebagian besar pengurangannya. Sebuah survei Reuters pada Selasa menemukan bahwa anggota OPEC pada Januari telah disampaikan sekitar 82% melaksanakan kesepakatan mereka untuk pasokan lebih rendah sebesar 1,16 juta barel per hari.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
11 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
3 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved