Menteri Rini Teken Pencopoton Bos Pertamina Tadi Malam
Jum'at, 03 Februari 2017 - 15:13 WIB
Menteri Rini Teken Pencopoton Bos Pertamina Tadi Malam
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkapkan telah menerima usulan dari dewan komisaris PT Pertamina untuk mencopot Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dan Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang. Rini pun baru menandatanganinya tadi malam.
Menurutnya, Pertamina merupakan salah satu BUMN yang penting dan memiliki aset nomor empat terbesar, pinjaman luar negerinya pun cukup besar. "Makanya tadi malam saya menandatangani yang hari ini dilakukan oleh Pak Gatot, dan tadi malam saya tanda tangan pemberhentian dua direksi Pertamina yaitu dirut dan wadirut," kata dia di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (3/2/2017).
Rini mengakui adanya dualisme kepemimpinan di tubuh PT Pertamina (Persero). Hal tersebut yang menjadi alasannya menerima usulan dewan komisaris Pertamina untuk mencoport dua direksi tersebut.
Dia menuturkan, pada awalnya tujuan dewan komisaris mengusulkan adanya posisi wakil direktur utama karena Pertamina saat ini memiliki tanggung jawab sangat besar. Mulai dari penerapan bahan bakar minyak (BBM) satu harga, revitalisasi Cilacap, penambahan kapasitas kilang Balikpapan dan Dumai, serta gross root refinery (GRR) kilang Tuban.
"Selain itu, kita juga mendorong bagaimana optimasi TPPI yang sudah diambil alih. Selain itu kita juga terus mendorong menignkatkan kemampuan mendapatkan sumur di luar Indonesia, mengingat sumur di Indonesia kapasitasnya makin berkurang, padahal kita punya komitmen agar Indonesia mempunyai kemandirian energi, sehingga kita harus cari potensi sumber minyak di tempat lain," terangnya.
Namun dalam perjalanannya, kata mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini, ternyata ada permasalahan kepemimpinan di antara keduanya. Bahkan, dewan komisaris juga telah melakukan komunikasi dengan keduanya terkait hal tersebut.
"Dan mereka (dewan komisaris) memberikan usulan bahwa masalah kepemimpinan ini sudah awkward dan bisa mengganggu kestabilan Pertamina," imbuh dia.
Menurutnya, Pertamina merupakan salah satu BUMN yang penting dan memiliki aset nomor empat terbesar, pinjaman luar negerinya pun cukup besar. "Makanya tadi malam saya menandatangani yang hari ini dilakukan oleh Pak Gatot, dan tadi malam saya tanda tangan pemberhentian dua direksi Pertamina yaitu dirut dan wadirut," kata dia di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (3/2/2017).
Rini mengakui adanya dualisme kepemimpinan di tubuh PT Pertamina (Persero). Hal tersebut yang menjadi alasannya menerima usulan dewan komisaris Pertamina untuk mencoport dua direksi tersebut.
Dia menuturkan, pada awalnya tujuan dewan komisaris mengusulkan adanya posisi wakil direktur utama karena Pertamina saat ini memiliki tanggung jawab sangat besar. Mulai dari penerapan bahan bakar minyak (BBM) satu harga, revitalisasi Cilacap, penambahan kapasitas kilang Balikpapan dan Dumai, serta gross root refinery (GRR) kilang Tuban.
"Selain itu, kita juga mendorong bagaimana optimasi TPPI yang sudah diambil alih. Selain itu kita juga terus mendorong menignkatkan kemampuan mendapatkan sumur di luar Indonesia, mengingat sumur di Indonesia kapasitasnya makin berkurang, padahal kita punya komitmen agar Indonesia mempunyai kemandirian energi, sehingga kita harus cari potensi sumber minyak di tempat lain," terangnya.
Namun dalam perjalanannya, kata mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini, ternyata ada permasalahan kepemimpinan di antara keduanya. Bahkan, dewan komisaris juga telah melakukan komunikasi dengan keduanya terkait hal tersebut.
"Dan mereka (dewan komisaris) memberikan usulan bahwa masalah kepemimpinan ini sudah awkward dan bisa mengganggu kestabilan Pertamina," imbuh dia.
(izz)
Lihat Juga :