Harga Minyak Dunia Stabil di Tengah Kekhawatiran Banjir Pasokan
Sabtu, 18 Maret 2017 - 09:04 WIB
Harga Minyak Dunia Stabil di Tengah Kekhawatiran Banjir Pasokan
A
A
A
LONDON - Harga minyak mentah dunia bergerak stabil, untuk menutup pekan ini dengan keuntungan yang tidak terlalu besar. Meski begitu spekulasi menerangkan ada kekhawatiran bahwa pemangkasan produksi yang telah dilakukan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) bakal gagal mengurangi banjir pasokan global.
Seperti dilansir Reuters, Sabtu (18/3/2017) harga minyak diperdagangkan sepekan ini dengan minim, saat pertambahan minyak Brent dan West Texas Intermediate berada dikisaran USD2,50. Investor sempat menaruh keyakinan terhadap upaya pengurangan produksi, namun sepekan kemudian stok minyak AS meningkat untuk menimbulkan keraguan.
Tercatat harga minyak mentah berjangka Brent bertambah sebesar 2% menjadi USD51,76 per barel ketika harga minyak berjangka Amerika Serikat (AS) berakhir naik 3 sen ke level USD48,78 barel. Kedua patokan harga minyak dunia tersebut mendapatkan tambahan 0,8% selama sepekan terakhir.
Namun, harga minyak dunia belum mampu kembali ke level tertinggi pada awal 2017 ini. Bahkan meski minyak mentah AS melakukan rebound mencapai USD53 per barel, masih tetap terjebak di kisaran USD49. Analis mengantisipaso bahwa kembali lagi ke level terbaiknya akan sangat lama dan tidak mungkin secara signifikan pasokan internasional akan berubah.
Posisi pekan ini mendorong banyak spekulan meragukan upaya pengurangan produksi yang dilakukan OPEC. Pada Jumat kenarin, data AS mengumumkan kontar pasar minyak mentah berjangka jatuh lebih dari 86.000. Sementara potensi peningkatan produksi AS terus membayangi, ketika penghitungan rig mingguan menunjukkan lonjakan 14 pengeboran rig di Amerika Serikat. [RIG/U]
Pasar gagal rebound setelah Menteri Arab Saudi Khalid al-Falih pada tengah pekan kemarin mengatakan bahwa pemotongan produksi oleh OPEC dan produsen minyak non-OPEC dapat diperpanjang melewati Juni, ketika stok minyak berada di atas rata-rata jangka panjang. Arab Saudi sendiri telah memotong lebih dari kesepakatan pada November 2016, silam.
Seperti diketahui tahun lalu OPEC dan non-anggota OPEC telah menyepakati pemotongan produksi gabungan mencapai 1,8 juta barel per hari (bpd) pada paruh pertama tahun 2017. Laporan bulanan OPEC menunjukkan saham minyak global meningkat pada bulan Januari dengan rata-rata di atas 278 juta barel.
Seperti dilansir Reuters, Sabtu (18/3/2017) harga minyak diperdagangkan sepekan ini dengan minim, saat pertambahan minyak Brent dan West Texas Intermediate berada dikisaran USD2,50. Investor sempat menaruh keyakinan terhadap upaya pengurangan produksi, namun sepekan kemudian stok minyak AS meningkat untuk menimbulkan keraguan.
Tercatat harga minyak mentah berjangka Brent bertambah sebesar 2% menjadi USD51,76 per barel ketika harga minyak berjangka Amerika Serikat (AS) berakhir naik 3 sen ke level USD48,78 barel. Kedua patokan harga minyak dunia tersebut mendapatkan tambahan 0,8% selama sepekan terakhir.
Namun, harga minyak dunia belum mampu kembali ke level tertinggi pada awal 2017 ini. Bahkan meski minyak mentah AS melakukan rebound mencapai USD53 per barel, masih tetap terjebak di kisaran USD49. Analis mengantisipaso bahwa kembali lagi ke level terbaiknya akan sangat lama dan tidak mungkin secara signifikan pasokan internasional akan berubah.
Posisi pekan ini mendorong banyak spekulan meragukan upaya pengurangan produksi yang dilakukan OPEC. Pada Jumat kenarin, data AS mengumumkan kontar pasar minyak mentah berjangka jatuh lebih dari 86.000. Sementara potensi peningkatan produksi AS terus membayangi, ketika penghitungan rig mingguan menunjukkan lonjakan 14 pengeboran rig di Amerika Serikat. [RIG/U]
Pasar gagal rebound setelah Menteri Arab Saudi Khalid al-Falih pada tengah pekan kemarin mengatakan bahwa pemotongan produksi oleh OPEC dan produsen minyak non-OPEC dapat diperpanjang melewati Juni, ketika stok minyak berada di atas rata-rata jangka panjang. Arab Saudi sendiri telah memotong lebih dari kesepakatan pada November 2016, silam.
Seperti diketahui tahun lalu OPEC dan non-anggota OPEC telah menyepakati pemotongan produksi gabungan mencapai 1,8 juta barel per hari (bpd) pada paruh pertama tahun 2017. Laporan bulanan OPEC menunjukkan saham minyak global meningkat pada bulan Januari dengan rata-rata di atas 278 juta barel.
(akr)
Lihat Juga :