Mendag Korsel Ngadu ke WTO Soal Perdagangan dengan China

Senin, 20 Maret 2017 - 15:47 WIB
Mendag Korsel Ngadu...
Mendag Korsel Ngadu ke WTO Soal Perdagangan dengan China
A A A
SEOUL - Menteri Perdagangan Korea Selatan (Korsel) Joo Hyung-hwan telah mengadu ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tentang perlakuan China terhadap perusahaan Korsel atas penyebaran sistem pertahanan anti-rudal buatan Amerika Serikat (AS).

"Kami telah diberitahu WTO bahwa China mungkin melanggar beberapa perjanjian perdagangan," kata Joo Hyung-hwan dalam menanggapi pertanyaan tentang reaksi China untuk penyebaran sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korea Selatan seperti dikutip dari Reuters, Senin (20/3/2017).

Menurutnya, masalah ini menjadi besar debfab Dewan Perdagangan Jasa WTO pada Jumat kemarin setelah China memberlakukan pembatasan pada perusahaan Korsel di sektor pariwisata dan distribusi.

Seorang pejabat kementerian perdagangan, yang meminta untuk tidak diidentifikasi karena sensitivitas masalah ini, mengatakan keluhan tidak bisa dikategorikan sebagai tindakan hukum tapi permintaan kepada WTO untuk melihat ke dalam apakah China menegakkan perjanjian perdagangan yang cukup.

Korsel dan Amerika Serikat mengatakan bahwa tujuan tunggal dari sistem THAAD adalah untuk menjaga terhadap peluncuran rudal dari Korea Utara. Tetapi China telah marah dengan penyebarannya, dan mengatakan bahwa radar yang kuat bisa menembus ke dalam wilayahnya.

Beijing juga mengatakan bahwa THAAD akan melakukan apa pun untuk meredakan ketegangan di semenanjung Korea.

China adalah mitra dagang terbesar Korsel dan sengketa THAAD telah mengakibatkan penurunan tajam dalam wisatawan China di distrik belanja Selatan. Pihak berwenang China juga telah menutup puluhan toko ritel Lotte Group Korea Selatan di tengah kebuntuan diplomatik.

Beijing menyangkal pembatasan terkait dengan penyebaran THAAD, tetapi pemerintah Korsel telah menawarkan pinjaman murah dan tenggat waktu utang diperpanjang untuk membantu bisnis yang telah terpengaruh dan telah mendorong untuk melakukan diversifikasi pasar perdagangan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menjaga Tren Pertumbuhan...
Menjaga Tren Pertumbuhan Ekonomi
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
15 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
10 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
10 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
11 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved