OPEC Sepakat Perpanjang Pengurangan Produksi hingga Akhir 2017

Senin, 27 Maret 2017 - 11:21 WIB
OPEC Sepakat Perpanjang...
OPEC Sepakat Perpanjang Pengurangan Produksi hingga Akhir 2017
A A A
KUWAIT - Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan beberapa mitra pendukung sepakat memperpanjang waktu pengurangan produksi hingga akhir tahun 2017. Sebelumnya kebijakan pemangkasan produksi dalam upaya mengekang banjir pasokan global, yang di mulai akhir tahun kemarin pada awalnya bakal berakhir Juni ini.

Seperti dilansir BBC, Senin (27/3/2017) langkah awal kesepakatan bertujuan mengurangi persediaan global, sehingga bisa kembali mengerek harga minyak mentah dunia. Namun dalam beberapa pekan terakhir muncul kekhawatiran bahwa pembatasan produksi tidak akan cukup menahan kelebihan pasokan internasional.

Negara-negara OPEC dan 11 negara-negara penghasil minyak lain, termasuk Rusia, bersepakatan pada Desember 2016 untuk memangkas produksi. Ini menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya dalam 15 tahun, tercipta kesepakatan global. Kini pada pertamuan terbaru di Kuwait, mereka meminta pelaporan pengurangan produkai di bulan depan.

Selain itu OPEC mempertimbangkan untuk memperpanjang penurunan produksi selama enam bulan, seperti dikemukakan Menteri Perminyakan Kuwait Issam Almarzooq setelah pertemuan. Minyak pekan lalu merosot ke level terendah sejak November karena meningkatnya pasokan AS, sehingga menutupi upaya yang tengah diperjuangkan OPEC.

Sementara harga minyak Brent memuncak lebih dari USD57 per barel pada bulan Januari, sebelum tergelincir kembali ke bawah USD51 barel dalam beberapa pekan terakhir. Seorang analis minyak mengatakan bahwa kejatuhan harga minyak setelah pelaku pasar gugup tentang kepastian pasar. Khususnya terkait komitmen Rusia dan Arab Saudi untuk mengurangi produksi.

Negara-negara penghasil minyak menurut analis dari Natixis Abhishek Deshpande perlu menunjukkan disiplin dalam pengurangan produksi di beberapa bulan mendatang. "Kemungkinan ekstensi untuk memotong pasokan akan tetap tinggi, tapi ada juga penambahan stok," ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Woman Ambassador of...
Woman Ambassador of World Peace Organization Hadiri Puncak Acara Waisak
Mitsubishi Destinator...
Mitsubishi Destinator Tumbangkan Mobil Listrik, Sabet Gelar Forwot Car of The Year 2025!
The Opening Ceremony...
The Opening Ceremony of Park Hyatt Jakarta
Prabowo Terima Penghargaan...
Prabowo Terima Penghargaan Grand Cross of the Order of the Sun of Peru
10 Film dengan Judul...
10 Film dengan Judul Terpanjang, Nomor 5 Sampai 40 Kata
5 Drama Korea Berlatar...
5 Drama Korea Berlatar Masyarakat Kelas Atas dengan Rating Tinggi
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
5 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
6 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
6 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
6 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
7 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
7 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved