Dibayangi Kenaikan Listrik, Inflasi April Bakal Tinggi

Senin, 03 April 2017 - 15:30 WIB
Dibayangi Kenaikan Listrik,...
Dibayangi Kenaikan Listrik, Inflasi April Bakal Tinggi
A A A
JAKARTA - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo memperkirakan, inflasi bulan April 2017 akan lebih tinggi jika tak ada kebijakan pengendalian harga dari pemerintah. Karena seperti diketahui, meskipun Maret, BPS mencatat deflasi sebesar 0,02%, namun ada beberapa komponen kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi agak tinggi, yakni perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar.

(Baca Juga: Di Luar Perkiraan, BPS Catat Maret 2017 Deflasi 0,02% )

Komponen tersebut, mencatatkan inflasi sebesar 0,30% di bulan Maret dengan inflasi tahun kalendernya sebesar 2,15%. Dibandingkan kelompok pengeluaran yang lain, komponen perumahan, air, listrik dan kawan-kawannya, mencatatkan inflasi tertinggi.

Sedangkan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,31%, kelompok sandang sebesar 0,18% diikuti, kelompok kesehatan sebesar 0,21% dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,08%.

"April kemungkinan beras masih akan terus turun karena dari sisi musim panen masih mempengaruhi. Cuma mungkin kalau dari sisi kita ikuti yang dilakukan PLN, mungkin ada kenaikan untuk listrik. Jadi di April akan lebih tinggi (inflasi) kalau tidak ada suatu kebijakan dari pemerintah," kata dia di Kantor Pusat BPS, Jakarta (4/4/2017).

Meski disinyalir akan agak tinggi, namun kenaikan pada komponen listrik ini masih bisa dikompensasi oleh harga beras yang terus turun di bulan ini dan memberi andil deflasi pada komponen bahan makanan yang sebesar 0,66% dengan tingkat deflasi tahun kalendernya sebesar 0,31%.

"Jadi tadi kan ada dampaknya sedikit untuk inflasi dari tarif listrik. Tapi di April akan lebih tinggi sedikit. Tapi mungkin bisa dikomopensasi oleh beras yang harganya terus turun, kemudian cabe masih turun terus, jadi masih rendah lah (jika terjadi inflasi)," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Usai Deflasi Beruntun,...
Usai Deflasi Beruntun, Bulan Oktober 2020 Kembali Inflasi 0,07%
Inflasi September 2025...
Inflasi September 2025 Capai 0,21%, Berikut Komoditas Pendorongnya
BPS Catat Inflasi 0,28...
BPS Catat Inflasi 0,28 Persen pada November 2020
BPS: Deflasi Juni Cetak...
BPS: Deflasi Juni Cetak Rekor Tertinggi Perdana di 2021
Resmi Nih! September...
Resmi Nih! September Deflasi 0,05%
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
7 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
7 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
9 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
9 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
10 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
11 jam yang lalu
Infografis
7 Perwira Tinggi Bareskrim...
7 Perwira Tinggi Bareskrim Dimutasi Kapolri pada September 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved