Kapal Raksasa Bersandar di Tanjung Priok, Bukti RI Dipercaya Dunia
Senin, 24 April 2017 - 13:57 WIB
Kapal Raksasa Bersandar di Tanjung Priok, Bukti RI Dipercaya Dunia
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) memandang, mulai bersandarnya kapal CMA CGM Otello berkapasitas 8.238 TEUs di Pelabuhan Tanjung Priok, menjadi bukti bahwa Indonesia mulai dipercaya dunia. Kapal raksasa tersebut milik perusahaan pelayaran asal Prancis, Compagnie Maritime d'Affretement-COmpagnie Generali Maritime (CMA-CGM).
Sekretaris Jenderal ALFI, Akbar Djohan mengungkapkan, mulai bersandarnya kapal berukuran besar di pelabuhan Tanah Air sangat bagus untuk meningkatkan daya saing industri pelayaran dan logistik nasional. Terlebih, kapal tersebut akan melayani rute Tanjung Priok - West Coast Amerika Serikat (AS).
"Karena dengan begitu, pelabuhan kita yang baru, Priok New Port tidak sia-sia. Karena itu (Priok New Port) kan dibangun untuk melayani kapal raksasa diatas 10 ribu TEUs," katanya saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (24/4/2017).
Menurutnya, Indonesia kini telah mendapat kepercayaan dari perusahaan pelayaran internasional (international shippingline). Kepercayaan ini sudah seharusnya dijaga oleh Indonesia dengan memberikan pelayanan yang maksimal.
"Harusnya pemerintah Indonesia bisa memberikan keyakinan kepada industri pelayaran internasional dengan memberikan pelayanan yang maksimal. Artinya kepastian mereka merapat, tidak banyaknya regulasi yang menghambat dan menimbulkan ketidakpastian," tutur dia.
Tak hanya itu, Akbar menambahkan bahwa biaya operasional juga harus mampu bersaing dengan pelabuhan di Singapura dan Malaysia. Dengan begitu, kapal-kapal raksasa tidak akan kapok dan menghentikan kegiatannya di Priok.
"Terutama Tanjung Pelepas, sehingga pelayaran ini bukan hanya cuma datang sekali dan yang terakhir. Karena nanti image ke pelayaran internasional akan jadi negatif kalau shipping line CMA ini cuma datang sekali dan dia tidak balik lagi," pungkasnya.
Sekretaris Jenderal ALFI, Akbar Djohan mengungkapkan, mulai bersandarnya kapal berukuran besar di pelabuhan Tanah Air sangat bagus untuk meningkatkan daya saing industri pelayaran dan logistik nasional. Terlebih, kapal tersebut akan melayani rute Tanjung Priok - West Coast Amerika Serikat (AS).
"Karena dengan begitu, pelabuhan kita yang baru, Priok New Port tidak sia-sia. Karena itu (Priok New Port) kan dibangun untuk melayani kapal raksasa diatas 10 ribu TEUs," katanya saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (24/4/2017).
Menurutnya, Indonesia kini telah mendapat kepercayaan dari perusahaan pelayaran internasional (international shippingline). Kepercayaan ini sudah seharusnya dijaga oleh Indonesia dengan memberikan pelayanan yang maksimal.
"Harusnya pemerintah Indonesia bisa memberikan keyakinan kepada industri pelayaran internasional dengan memberikan pelayanan yang maksimal. Artinya kepastian mereka merapat, tidak banyaknya regulasi yang menghambat dan menimbulkan ketidakpastian," tutur dia.
Tak hanya itu, Akbar menambahkan bahwa biaya operasional juga harus mampu bersaing dengan pelabuhan di Singapura dan Malaysia. Dengan begitu, kapal-kapal raksasa tidak akan kapok dan menghentikan kegiatannya di Priok.
"Terutama Tanjung Pelepas, sehingga pelayaran ini bukan hanya cuma datang sekali dan yang terakhir. Karena nanti image ke pelayaran internasional akan jadi negatif kalau shipping line CMA ini cuma datang sekali dan dia tidak balik lagi," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :