Kendaraan Dinas dan Angkutan Umum Diwajibkan Pakai BBG

Selasa, 25 April 2017 - 13:28 WIB
Kendaraan Dinas dan...
Kendaraan Dinas dan Angkutan Umum Diwajibkan Pakai BBG
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 tahun 2017 tentang Percepatan Pemanfaatan Bahan Bakar Gas untuk Transportasi Jalan. Dengan terbitnya peraturan ini, kendaraan dinas dan angkutan umum bakal wajib menggunakan bahan bakar gas (BBG).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja mengungkapkan, saat ini kendaraan umum yang banyak menggunakan BBG barulah bajaj dan busway. Karena itu, kedepannya pemerintah bakal mewajibkan seluruh angkutan umum dan kendaraan dinas menggunakan BBG.

"Kita berharap kendaraan pribadi, kendaraan dinas semakin banyak yang menggunakan gas, dan pastinya tentu kendaraan umum, taksi, kita dorong menggunakan gas. Sehingga udara di kota besar seperti Jakara, Surabaya jadi lebih bersih," katanya di Gedung Ditjen Migas, Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Menurutnya, selama ini konversi BBM ke BBG belum cukup berhasil karena jumlah SPBG dan kendaraan yang menggunakan gas masih sangat minim. Kedepannya, dua hal tersebut harus sinkron sehingga konversi BBM ke BBG berhasil.

"Jumlah SPBG sekarang 68 unit, dan ini pun beroperasi belum optimum. Karena seperti telur dengan ayam, SPBG kurang banyak atau kendaraannya yang kurang ada. Jadi dua-duanya harus sinkron," imbuh dia.

Pemberlakuan kebijakan ini, tambah Wirat, adalah meniru negara-negara lain yang telah sukses menerapkan konversi BBM ke BBG seperti Iran, Thailand, Pakistan, Bangladesh, dan China. Misal Iran, saat ini jumlah SPBG di negara tersebut sekitar 200 unit sedangkan kendaraan yang menggunakan gas sudah mencapai 4 juta unit.

Begitu pun dengan Thailand, jumlah SPBG di negara tersebut sudah mencapai 470 unit sedangkan jumlah kendaraan yang menggunakan gas sudah hampir 500 ribu unit. "Kita harapkan dengan terbit Permen ini dan di kemenperin terbit aturan tentang low emition car, ini bisa sama-sama mendorong diversifikasi BBM ke BBG," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pupuk Indonesia Dorong...
Pupuk Indonesia Dorong Percepatan Konversi Motor BBM ke Listrik
Wuih! Ada 1.000 Unit...
Wuih! Ada 1.000 Unit Konversi Motor Jadi Listrik Gratis di Jabodetabek, Buruan Daftar!
Pertamina Siapkan 56.000...
Pertamina Siapkan 56.000 Paket Konversi LPG untuk Nelayan Tahun Ini
Tekan Impor BBM, PLN...
Tekan Impor BBM, PLN Konversi 250 MW PLTD ke PLTS di 2022
Anggota DPR RI Minta...
Anggota DPR RI Minta Kuota Minyak Tanah di Maluku Dikembalikan
1 Juta Keluarga di Jabar...
1 Juta Keluarga di Jabar Bakal Dapat Program Konversi Gas ke Listrik
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
57 menit yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
1 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
1 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved