Bursa Utama Asia Menguat, IHSG Dibuka Ambruk Makin Parah
Rabu, 24 Mei 2017 - 09:14 WIB
Bursa Utama Asia Menguat, IHSG Dibuka Ambruk Makin Parah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ambruk tinggalkan level 5.700 setelah pada penutupan kemarin memerah. Bursa saham Tanah Air pagi ini melemah 53,16 poin setara 0,93% ke level 5.677,46.
Sebelumnya pada perdagangan kemarin, IHSG pada perdagangan kemarin berakhir ke level 5.730,61 atau melemah 18,83 poin setara 0,33% di tengah mayoritas bursa saham Asia yang juga melemah.
Sektor saham dalam negeri hampir semuanya berada di jalur merah, hanya sektor perkebunan yang menguat sebesar 0,09%. Sisanya melemah dengan sektor konsumer menjadi penekan terberat yang melemah 1,55%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp1,48 miliar dengan 1,05 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai Rp131,09 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp587,28 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp718,38 miliar. Tercatat 106 saham naik, 191 turun dan 65 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) naik Rp125 menjadi Rp6.550, PT Evergreen Invesco Tbk (GREEN) naik Rp39 menjadi Rp193, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) naik Rp25 menjadi Rp1.285.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp325 menjadi Rp72.775, PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp125 menjadi Rp8.575, dan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) turun Rp110 ke level Rp2.090.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (24/5/2017), bursa utama Asia dibuka menguat karena investor menunggu Federal Reserve (The Fed) mengenai prospek kenaikan suku bunga dan menunggu pertemuan OPEC yang diperkirakan akan memperpanjang pengurangan produksi selama sembilan bulan sampai Maret 2018.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 melonjak 0,79% pada awal perdagangan hari ini. Sementara di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,31% dan di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik tipis 0,1%.
Toshiba A Westinghouse Electric mengumumkan bahwa pihaknya telah menegosiasikan sebuah kesepakatan yang akan membuat perusahaan tersebut meminjam USD800 juta. Saham Toshiba naik 0,47% pada awal perdagangan hari ini.
Pasar sedang menunggu pelepasan risalah dari Fed untuk pertemuan terakhirnya pada hari ini di AS. untuk rincian kemungkinan kenaikan suku bunga pada Juni. Informasi lebih lanjut dari The Fed tentang bagaimana hal itu dimaksudkan untuk melepas neraca juga diharapkan.
Peristiwa lain yang berpotensi akan terjadi pada pasar adalah pertemuan OPEC pada Kamis yang akan dipimpin Arab Saudi. Harga minyak telah meningkat karena optimisme mengenai harapan bahwa pemangkasan produksi kemungkinan akan diperpanjang.
Sebelumnya pada perdagangan kemarin, IHSG pada perdagangan kemarin berakhir ke level 5.730,61 atau melemah 18,83 poin setara 0,33% di tengah mayoritas bursa saham Asia yang juga melemah.
Sektor saham dalam negeri hampir semuanya berada di jalur merah, hanya sektor perkebunan yang menguat sebesar 0,09%. Sisanya melemah dengan sektor konsumer menjadi penekan terberat yang melemah 1,55%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp1,48 miliar dengan 1,05 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai Rp131,09 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp587,28 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp718,38 miliar. Tercatat 106 saham naik, 191 turun dan 65 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) naik Rp125 menjadi Rp6.550, PT Evergreen Invesco Tbk (GREEN) naik Rp39 menjadi Rp193, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) naik Rp25 menjadi Rp1.285.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp325 menjadi Rp72.775, PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp125 menjadi Rp8.575, dan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) turun Rp110 ke level Rp2.090.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (24/5/2017), bursa utama Asia dibuka menguat karena investor menunggu Federal Reserve (The Fed) mengenai prospek kenaikan suku bunga dan menunggu pertemuan OPEC yang diperkirakan akan memperpanjang pengurangan produksi selama sembilan bulan sampai Maret 2018.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 melonjak 0,79% pada awal perdagangan hari ini. Sementara di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,31% dan di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik tipis 0,1%.
Toshiba A Westinghouse Electric mengumumkan bahwa pihaknya telah menegosiasikan sebuah kesepakatan yang akan membuat perusahaan tersebut meminjam USD800 juta. Saham Toshiba naik 0,47% pada awal perdagangan hari ini.
Pasar sedang menunggu pelepasan risalah dari Fed untuk pertemuan terakhirnya pada hari ini di AS. untuk rincian kemungkinan kenaikan suku bunga pada Juni. Informasi lebih lanjut dari The Fed tentang bagaimana hal itu dimaksudkan untuk melepas neraca juga diharapkan.
Peristiwa lain yang berpotensi akan terjadi pada pasar adalah pertemuan OPEC pada Kamis yang akan dipimpin Arab Saudi. Harga minyak telah meningkat karena optimisme mengenai harapan bahwa pemangkasan produksi kemungkinan akan diperpanjang.
(izz)
Lihat Juga :