Indef Sebut Infrastruktur Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:22 WIB
Indef Sebut Infrastruktur...
Indef Sebut Infrastruktur Kunci Pertumbuhan Ekonomi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan kepada seluruh anggota kabinet kerja terkait Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara 2018 yang diprioritaskan untuk infrastruktur. Seluruh program prioritas nasional yang dicanangkan dan sedang dikerjakan saat ini harus dapat diselesaikan, sehingga percepatan pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.

Menanggapi hal tersebut, ekonom Indef Dzulfian Syafrian beranggapan memang infrastruktur merupakan salah satu isu utama dalam perekonomian Indonesia. Rendahnya kuantitas dan kualitas infrastruktur membuat suplai/produksi perekonomian tidak dapat mengikuti kencangnya pertumbuhan dari sisi permintaan/konsumen.

"Padahal, kita ketahui bahwa konsumsi Indonesia sangat menjanjikan mengingat pertumbuhan kelas menengah muda Indonesia yang tumbuh pesat," kata Dzulfian kepada KORAN SINDO, Jakarta, Sabtu (27/5/2017).

Menurutnya, Indonesia masih memiliki setumpuk daftar buruknya infrastruktur, seperti sedikit dan kecilnya pelabuhan (sisi kuantitas). Kemudian lamanya waktu operasional pelabuhan (sisi kualitas). Lalu keterbatasan, ketidakpastian dan mahalnya energi serta daya dukung terhadap rantai suplai, dan lainnya.

Karena itu, memperbaiki infrastruktur adalah salah satu kunci jika perekonomian Indonesia mau tumbuh di atas 6%. "Apa yang dicanangkan Jokowi di awal masa pemerintahannya terkait infrastruktur sebenarnya cukup menjanjikan, namun realisasinya tidak begitu meyakinkan," ungkapnya.

Dia menuturkan, daya dukung APBN terhadap pembiayaan infrastruktur memang terbatas mengingat APBN kita banyak habis di pos-pos rutin, seperti bayar gaji PNS, bayar bunga utang tahunan, subsidi-subsidi, dan transfer ke daerah.

Terlebih, daya dukung APBN terhadap pembiayaan infrastruktur juga menjadi lemah karena rigidnya pengelolaan defisit fiskal yang diatur UU hanya sebesar 3% dari PDB. "Mungkin pemerintah bisa menilik ulang peraturan ini, agar daya gedor dan gerak lincah fiskal kita bisa lebih dimaksimalkan," ujar dia.

Dzul mengatakan, yang harus diperhatikan secara seksama dari pemerintah adalah manajemen fiskal, khususnya utang dalam proyek-proyek infrastruktur. Banyak proyek infrastruktur menggunakan skema utang.

Bahaya dapat terjadi ketika terjadi ketidaksesuaian (mismatch) antara proyek infrastruktur yang biasanya bersifat jangka panjang, sedangkan pembiyaan utangnya dibayar dalam jangka pendek.

"Jika hal ini terjadi, dapat menimbulkan krisis fiskal semacam terjadi di negara-negara Eropa Selatan PIGS (Portugal, Italia, Greece/Yunani, dan Spanyol)," jelas Dzul.

Karena itu, perencanaan berperan penting di sini. Setiap infrastruktur harus diputuskan melalui perencanaan matang yang dapat memberikan manfaat bagi perekonomian nasional di masa depan dalam tempo yang lama.

"Tanpa perencanaan matang dan tepat, Jokowi berpotensi menurunkan warisan berupa tumpukan proyek infrastruktur yang mangkrak," cetusnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
8 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
9 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
9 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
10 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
10 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
10 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved