Inflasi Mei Diperkirakan Pada Kisaran 0,3-0,6%
Senin, 29 Mei 2017 - 06:12 WIB
Inflasi Mei Diperkirakan Pada Kisaran 0,3-0,6%
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menyatakan, range inflasi Indonesia pada bulan Mei akan berada di kisaran 0,3-0,6%. Angka ini sedikit berbeda dengan prediksi Bank Indonesia yakni 0,3-0,4%.
Ia menambahkan memang agak tinggi, karena di akhir bulan sudah memasuki bulan ramadan dan ada beberapa harga yang mengalami kenaikan walaupun saat ini sudah turun lagi. "Tapi ini tidak bisa dibawa santai ya. Karena pemerintah harus mewaspadai di transportasi yang tarifnya tiap tahun naik, kemudian makanan, komoditi tertentu yang harganya juga naik," ungkapnya di Jakarta.
Saat ini, menurutnya memang intervensi pemerintah dalam menjaga harga pangan, sangat terasa. Karena biasanya, ketika puasa dan lebaran, inflasi bakal tercatat cukup tinggi. Jika tidak benar-benar dijaga, maka akan sangat tinggi.
"Intervensi pemerintah sudah dilakukan dan antisipasi pemerintah saya lihat juga cukup cepat. Karena biasanya bulan puasa dan lebaran akan 1% kenaikan harganya. Beras sekarang stabil, cabai sempat naik tinggi, tapi sudah turun dikit. Ini kemungkinan juga sudah diantisipasi dengan impor," katanya.
Untuk Juni, ungkap David, yang perlu diwaspadai yakni memasuki tahun ajaran baru, biaya pendidikan pasti akan mengalami kenaikan. Sehingga inflasi di Juni pun harus tetap dijaga dengan baik. "Ya, bulan depan ada tahun ajaran baru, orang pada bayar uang pendidikan. Uang pendidikan kan biasanya tiap tahun naik. Itu yang juga wajib diwaspadai," pungkasnya.
Ia menambahkan memang agak tinggi, karena di akhir bulan sudah memasuki bulan ramadan dan ada beberapa harga yang mengalami kenaikan walaupun saat ini sudah turun lagi. "Tapi ini tidak bisa dibawa santai ya. Karena pemerintah harus mewaspadai di transportasi yang tarifnya tiap tahun naik, kemudian makanan, komoditi tertentu yang harganya juga naik," ungkapnya di Jakarta.
Saat ini, menurutnya memang intervensi pemerintah dalam menjaga harga pangan, sangat terasa. Karena biasanya, ketika puasa dan lebaran, inflasi bakal tercatat cukup tinggi. Jika tidak benar-benar dijaga, maka akan sangat tinggi.
"Intervensi pemerintah sudah dilakukan dan antisipasi pemerintah saya lihat juga cukup cepat. Karena biasanya bulan puasa dan lebaran akan 1% kenaikan harganya. Beras sekarang stabil, cabai sempat naik tinggi, tapi sudah turun dikit. Ini kemungkinan juga sudah diantisipasi dengan impor," katanya.
Untuk Juni, ungkap David, yang perlu diwaspadai yakni memasuki tahun ajaran baru, biaya pendidikan pasti akan mengalami kenaikan. Sehingga inflasi di Juni pun harus tetap dijaga dengan baik. "Ya, bulan depan ada tahun ajaran baru, orang pada bayar uang pendidikan. Uang pendidikan kan biasanya tiap tahun naik. Itu yang juga wajib diwaspadai," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :