Pertumbuhan Ekonomi 2017 Ditarget Lebih Agresif
Selasa, 30 Mei 2017 - 11:34 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 2017 Ditarget Lebih Agresif
A
A
A
JAKARTA - Ekspektasi Produk Domestik Bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,4% tahun ini dinilai sedikit lebih agresif. VP of Corporate Development & Market Research ForexTime Jameel Ahmad mengatakan, masih ada kekhawatiran mengenai bagaimana risiko eksternal dapat berdampak pada pasar negara berkembang.
Namun menurutnya aspek yang paling penting pada tahap ini bagi Indonesia adalah bahwa pertumbuhan pada 2017 akan melampaui 2016. "Pemerintah Indonesia cenderung terus berfokus pada reformasi ekonomi untuk sementara waktu," ujar Jameel dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (30/5/2017).
(Baca Juga: Ekonomi Indonesia Sepanjang Kuartal I/2017 Tumbuh 5,01% )
Dia menambahkan untuk meningkatkan minat investor terhadap Indonesia, dengan kemajuan baru-baru ini mengenai hal tersebut dipandang mendorong nilai investasi yang lebih tinggi dari S & P Global Ratings di awal bulan ini. Sementara itu, rupiah telah menurun sangat sedikit di awal minggu ini.
Namun hal tersebut sebagian besar disebabkan oleh USD yang mencoba untuk secara perlahan menghargai pergerakan mata uang emerging market dengan pasar-pasar utama ditutup untuk hari libur. Kelemahan dalam Rupiah telah marjinal, dengan USD/IDR hanya naik 0,19% menjadi 13.319.
Lebih lanjut Jameel menerangkan, ini akan menjadi minggu yang sibuk bagi perekonomian Indonesia dengan data Manufaktur PMI dan Inflasi terbaru yang dijadwalkan minggu depan.
"PMI Manufaktur akan dipandang sebagai pendorong utama untuk menunjukkan momentum-momentum ekonomi Indonesia terhadap Q2, setelah pertumbuhan pada Q1 dikonfirmasi pada 5,01% tahunan awal bulan ini," terangnya.
Namun menurutnya aspek yang paling penting pada tahap ini bagi Indonesia adalah bahwa pertumbuhan pada 2017 akan melampaui 2016. "Pemerintah Indonesia cenderung terus berfokus pada reformasi ekonomi untuk sementara waktu," ujar Jameel dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (30/5/2017).
(Baca Juga: Ekonomi Indonesia Sepanjang Kuartal I/2017 Tumbuh 5,01% )
Dia menambahkan untuk meningkatkan minat investor terhadap Indonesia, dengan kemajuan baru-baru ini mengenai hal tersebut dipandang mendorong nilai investasi yang lebih tinggi dari S & P Global Ratings di awal bulan ini. Sementara itu, rupiah telah menurun sangat sedikit di awal minggu ini.
Namun hal tersebut sebagian besar disebabkan oleh USD yang mencoba untuk secara perlahan menghargai pergerakan mata uang emerging market dengan pasar-pasar utama ditutup untuk hari libur. Kelemahan dalam Rupiah telah marjinal, dengan USD/IDR hanya naik 0,19% menjadi 13.319.
Lebih lanjut Jameel menerangkan, ini akan menjadi minggu yang sibuk bagi perekonomian Indonesia dengan data Manufaktur PMI dan Inflasi terbaru yang dijadwalkan minggu depan.
"PMI Manufaktur akan dipandang sebagai pendorong utama untuk menunjukkan momentum-momentum ekonomi Indonesia terhadap Q2, setelah pertumbuhan pada Q1 dikonfirmasi pada 5,01% tahunan awal bulan ini," terangnya.
(akr)
Lihat Juga :