Harga Minyak Dunia Jatuh Terbebani Peningkatan Pasokan AS

Senin, 19 Juni 2017 - 08:12 WIB
Harga Minyak Dunia Jatuh...
Harga Minyak Dunia Jatuh Terbebani Peningkatan Pasokan AS
A A A
SINGAPURA - Harga minyak dunia pada perdagangan hari ini turun, terbebani oleh pasokan yang tinggi meski adanya sebuah inisiatif yang dipimpin oleh OPEC untuk mengurangi produksi dalam rangka memperketat pasar.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (19/6/2017), tanda-tanda permintaan goyah memicu sentimen lemah, mendorong tingkat harga sebanding dengan saat pemotongan produksi pertama kali diumumkan pada akhir tahun lalu.

Harga minyak mentah brent turun 11 sen atau 0,23% menjadi USD47,26 per barel pada pukul 00.35 GMT. Harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) turun 11 sen atau 0,25% menjadi USD44,63 per barel.

Harga untuk kedua tolok ukur turun hampir 13% sejak akhir Mei, ketika produsen yang dipimpin oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memperpanjang janji mereka untuk memangkas produksi sebesar 1,8 juta barel per hari (bpd) pada sembilan bulan tambahan sampai akhir kuartal pertama 2018.

Para pelaku pasar mengatakan, faktor utama yang mendorong harga rendah adalah kenaikan produksi AS yang stabil, merongrong upaya yang dipimpin OPEC untuk mengencangkan pasar. "Jumlah rig minyak AS terus meningkat, naik enam pekan lalu sejak pada 27 Mei 2016, produsen telah menambahkan 431 rig minyak," kata Goldman Sachs.

Bank AS mengatakan bahwa jika jumlah rig tetap berada pada level saat ini, produksi minyak AS akan meningkat sebesar 770.000 barel per hari antara kuartal keempat tahun lalu dan kuartal yang sama tahun ini di ladang minyak serpih Permian, Eagle Ford, Bakken Dan Niobrara.

Pasokan dari dalam OPEC dan negara-negara lain yang secara resmi berpartisipasi dalam pemotongan tersebut, seperti Rusia, juga tetap tinggi karena beberapa negara belum sepenuhnya memenuhi janji mereka.

Ada juga indikator yang menuntut pertumbuhan di Asia, wilayah konsumen minyak terbesar di dunia, mengulur-ulur waktu. Impor minyak mentah Jepang-bersih turun 13,5% pada Mei dari bulan yang sama tahun sebelumnya, menjadi 2,83 juta barel per hari.

India, yang baru-baru ini melampaui Jepang sebagai pengimpor minyak terbesar kedua di Asia, melihat permintaan minyak Mei turun 4,2% pada Mei, dibanding bulan yang sama tahun lalu.

Di China, yang menantang Amerika Serikat sebagai pengimpor terbesar di dunia, pertumbuhan permintaan minyak telah melambat untuk beberapa waktu, meskipun dari tingkat rekor, dan analis memperkirakan pertumbuhan akan melambat dalam beberapa bulan mendatang. "Mengurangi kekenyangan minyak akan menjadi tantangan," kata bank ANZ.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
1 jam yang lalu
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
2 jam yang lalu
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
4 jam yang lalu
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
6 jam yang lalu
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
6 jam yang lalu
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
17 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved