IHSG Sesi Pagi Turun ke Level 5.862 Saat Bursa Asia Tertekan
Rabu, 05 Juli 2017 - 09:47 WIB
IHSG Sesi Pagi Turun ke Level 5.862 Saat Bursa Asia Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (5/7/2017) dibuka memerah untuk melanjutkan tren negatif sejak kemarin. IHSG turun 2,83 poin atau setara dengan 0,05% ke level 5.862,53.
Pada perdagangan kemarin, bursa saham Tanah Air berakhir ambles dan bergerak memerah sepanjang hari. Di akhir perdagangan, IHSG melemah 44,87 poin setara 0,76% ke level 5.865,364 saat sektor infrastruktur dan konsumen jatuh cukup dalam.
Sementara pada sesi pembukaan tengah pekan saat ini, sektor saham bergerak variatif. Kenaikan tertinggi dicetak pertambahan dengan tambahan 0,63% dan pelemahan terjadi pada sektor infrastruktur yang minus 0,32% diikuti perdagangan mencapai 0,25%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp446 miliar dengan 629 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp69,14 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp211,1 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp142,0 miliar. Tercatat 128 saham naik, 58 turun dan 86 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp50 menjadi Rp8.825, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) meningkat Rp50 menjadi Rp78.550 dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) naik Rp50 menjadi Rp4.050.
Selain itu saham yang melemah yakni PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menyusut Rp75 menjadi Rp13.725, PT MAP Boga Adiperkasa Tbk. (MAPB) berkurang Rp50 ke level Rp2.850 serta PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) turun Rp25 menjadi Rp6.600.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, pasar saham Asia tertekan pada awal perdagangan tengah pekan hari ini seiring kekhawatiran geopolitik ketika Korea Utara meluncurkan misil balistik yang diklaim mampu mencapai Amerika Serikat. Pihak Korea Utara menyatakan rudal yang diluncurkan kemarin mempunyai kemampuan jarak jauh.
Rudal yang diluncurkan tersebut mendarat di Jepang pada zona ekonomi eksklusif (Zee). Korea Selatan dan Amerika Serikat sendiri telah merespons peluncuran misil Korea Utara dengan melakukan serangan rudal balistik bor, seperti dilaporkan Reuters.
Tercatat indeks Nikkei Jepang mengalami penyusutan 0,11% dalam awal perdagangan dan bursa Australia juga masih di bawah tekanan usai kehilangan 0,19%. Indeks Kospi Korea Selatan jauh lebih rendah yang mencapai 0,07%.
Pada perdagangan kemarin, bursa saham Tanah Air berakhir ambles dan bergerak memerah sepanjang hari. Di akhir perdagangan, IHSG melemah 44,87 poin setara 0,76% ke level 5.865,364 saat sektor infrastruktur dan konsumen jatuh cukup dalam.
Sementara pada sesi pembukaan tengah pekan saat ini, sektor saham bergerak variatif. Kenaikan tertinggi dicetak pertambahan dengan tambahan 0,63% dan pelemahan terjadi pada sektor infrastruktur yang minus 0,32% diikuti perdagangan mencapai 0,25%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp446 miliar dengan 629 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp69,14 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp211,1 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp142,0 miliar. Tercatat 128 saham naik, 58 turun dan 86 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp50 menjadi Rp8.825, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) meningkat Rp50 menjadi Rp78.550 dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) naik Rp50 menjadi Rp4.050.
Selain itu saham yang melemah yakni PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menyusut Rp75 menjadi Rp13.725, PT MAP Boga Adiperkasa Tbk. (MAPB) berkurang Rp50 ke level Rp2.850 serta PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) turun Rp25 menjadi Rp6.600.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, pasar saham Asia tertekan pada awal perdagangan tengah pekan hari ini seiring kekhawatiran geopolitik ketika Korea Utara meluncurkan misil balistik yang diklaim mampu mencapai Amerika Serikat. Pihak Korea Utara menyatakan rudal yang diluncurkan kemarin mempunyai kemampuan jarak jauh.
Rudal yang diluncurkan tersebut mendarat di Jepang pada zona ekonomi eksklusif (Zee). Korea Selatan dan Amerika Serikat sendiri telah merespons peluncuran misil Korea Utara dengan melakukan serangan rudal balistik bor, seperti dilaporkan Reuters.
Tercatat indeks Nikkei Jepang mengalami penyusutan 0,11% dalam awal perdagangan dan bursa Australia juga masih di bawah tekanan usai kehilangan 0,19%. Indeks Kospi Korea Selatan jauh lebih rendah yang mencapai 0,07%.
(akr)
Lihat Juga :