Akuisisi OOIL, China Siap Jadi Pengirim Kontainer Terbesar Ketiga
Senin, 10 Juli 2017 - 13:24 WIB
Akuisisi OOIL, China Siap Jadi Pengirim Kontainer Terbesar Ketiga
A
A
A
BEIJING - Perusahaan penyedia jasa pengiriman dan logistik asal China, Cosco yang dimiliki oleh pemerintah Republik Rakyat Tiongkok berencana mengakuisisi rival mereka asal Hong Kong yakni Orient Overseas International Ltd (OOIL) senilai USD6,3 miliar. Kesepakatan tersebut akan membuat Cosco menjadi perusahaan pengiriman kontainer terbesar ketiga di dunia.
Seperti dilansir BBC, Senin (10/7/2017) dengan akuisisi itu, maka Cosco Shipping akan mempunyai armada lebih dari 400 kapal dengan kemampuan sekitaran 2, 9 juta TEUs. Pemilik mayoritas OOIL kabarnya telah menerima tawaran dari perusahaan yang berkantor pusat di Ocean Plaza, Beijing tersebut meskipun penjualan masih memerlukan persetujuan lebih lanjut.
Gelombang merger ini akan menjadi yang terbaru dalam sektor pengiriman container global dari enam terbesar yang mengendalikan hampir dua pertiga dari pasar. Menurut database Alphaliner, OOIL subsidiary OOCL saat ini adalah perusahaan pengiriman terbesar ketujuh dengan memiliki kekuatan 3,2% dari pangsa pasar global. Cosco menawarkan USD10,07 per saham, 38% premi atas OOIL pada penutupan akhir pekan kemarin.
Tercatat keluarga pertama asal Hong Kong Chief Executive Tung Chee-hwa yang mendirikan OOIL masih memegang 69% saham di perusahaan. Pihak OOIL disebutkan telah menerima tawaran, namun masih memerlukan persetujuan pemegang saham Cosco, serta regulator Amerika Serikat (AS) dan China. Pasalnya kelebihan kapasitas dan perlambatan permintaan mengarah pada perubahan besar dalam industri perkapalan.
Perusahaan pengiriman raksasa asal Korea, Hanjin mengajukan kebangkrutan tahun lalu, sementara perusahaan Prancis CMA CGM membeli Neptunus Orient Lines asal Singapura. Di sisi lain, akuisisi Cosco ke OOIL, akan membuat perusahaan asal China menjadi terbesar ketiga di dunia setelah Denmark Maersk Line MAERSKb.Co dan Swiss Mediterania pengiriman perusahaan (MSC).
Seperti dilansir BBC, Senin (10/7/2017) dengan akuisisi itu, maka Cosco Shipping akan mempunyai armada lebih dari 400 kapal dengan kemampuan sekitaran 2, 9 juta TEUs. Pemilik mayoritas OOIL kabarnya telah menerima tawaran dari perusahaan yang berkantor pusat di Ocean Plaza, Beijing tersebut meskipun penjualan masih memerlukan persetujuan lebih lanjut.
Gelombang merger ini akan menjadi yang terbaru dalam sektor pengiriman container global dari enam terbesar yang mengendalikan hampir dua pertiga dari pasar. Menurut database Alphaliner, OOIL subsidiary OOCL saat ini adalah perusahaan pengiriman terbesar ketujuh dengan memiliki kekuatan 3,2% dari pangsa pasar global. Cosco menawarkan USD10,07 per saham, 38% premi atas OOIL pada penutupan akhir pekan kemarin.
Tercatat keluarga pertama asal Hong Kong Chief Executive Tung Chee-hwa yang mendirikan OOIL masih memegang 69% saham di perusahaan. Pihak OOIL disebutkan telah menerima tawaran, namun masih memerlukan persetujuan pemegang saham Cosco, serta regulator Amerika Serikat (AS) dan China. Pasalnya kelebihan kapasitas dan perlambatan permintaan mengarah pada perubahan besar dalam industri perkapalan.
Perusahaan pengiriman raksasa asal Korea, Hanjin mengajukan kebangkrutan tahun lalu, sementara perusahaan Prancis CMA CGM membeli Neptunus Orient Lines asal Singapura. Di sisi lain, akuisisi Cosco ke OOIL, akan membuat perusahaan asal China menjadi terbesar ketiga di dunia setelah Denmark Maersk Line MAERSKb.Co dan Swiss Mediterania pengiriman perusahaan (MSC).
(akr)
Lihat Juga :