IHSG Berakhir Kokoh di Zona Hijau Saat Bursa Jepang Merosot
Rabu, 12 Juli 2017 - 16:32 WIB
IHSG Berakhir Kokoh di Zona Hijau Saat Bursa Jepang Merosot
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan tengah pekan berakhir kokoh di zona hijau untuk menjaga tren positif sepanjang hari. Bursa saham dalam negeri ditutup meningkat 45,80 poin atau 0,793% ke posisi 5.819,132 mengiringi pelemahan bursa saham Jepang.
Pada sesi I perdagangan siang tadi, IHSG bertambah 22,74 poin atau 0,39% ke level 5.796,07 dan tadi pagi bursa saham Tanah Air naik 4,59 poin atau setara dengan 0,08% ke level 5.777,92. Kemarin, IHSG menguat tipis 0,03% atau 1,82 poin ke level 5.773,33.
Sektor saham dalam negeri secara keseluruhan berada dalam jalur positif. Di mana sektor yang mengalami kenaikan tertinggi yakni pertambangan 1,63% diikuti konsumen bertambah 1,19%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,39 triliun dengan 16,87 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp6,031 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,257 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,251 triliun. Tercatat sebesar 222 saham menguat, 116 melemah dan 112 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.375 menjadi Rp78.200, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menanjak Rp100 ke posisi Rp7.000 dan PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) bertambah Rp100 menjadi Rp5.600.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) turun Rp690 menjadi Rp3.010, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menyusut Rp125 menjadi Rp11.950 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) berkurang Rp50 ke level Rp6.250.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (12/7/2017) kebanyakan pasar saham Asia pada akhir perdagangan tengah pekan merosot ke zona merah, di tengah penantian investor terkait pidato Gubernur The Fed Janet Yellen. Sentimen selanjutnya datang dari sikap investor yang masih memantau kondisi politik Amerika Serikat (AS) usai email Donald Trump Jr disebut memperlihatkan komunikasi dengan Rusia.
Indeks Nikkei Jepang meluncur bebas 0,48% atau 97,1 poin dan ditutup menjadi 20.098,38 ketika indeks Kospi Korea Selatan juga mengalami penyusutan mencapai sebesar turun 0,18% atau setara 4,23 poin, untuk mengakhiri perdagangan hari ini di level 2.391,77. Selain itu pelemahan juga menimpa bursa Australia ASX 200 dengan penurunan 0,96% atau 55,126 poin untuk berakhir pada posisi 5.673,8.
Pelemahan pasar saham Australia terimbas kejatuhan sektor keuangan dan kesehatan. Di sisi lain bursa saham di daratan China cenderung bergerak mixed, saat Indeks Hang Seng di Hong Kong justru mencetak hasil positif lewat kenaikan sebesar 166,00 poin atau 0,64% ke posisi 26.043,64 tetapi indeks China ditutup lebih rendah pada perdagangan sore.
Komposit Shanghai ditutup lebih rendah mencapai sebesar 0,17% atau 5.4937 poin menjadi 3.197,5439 dan komposit Shenzhen berkurang 0,114% atau 2.1493 poin, untuk berada pada level 1.889,44. Di sisi lain pada pasar mata uang, indeks USD yang melacak terhadap enam mata uang utama lainnya bergerak mulai pulih pada posisi 95.720 setalah jatuh di awal perdagangan.
Pada sesi I perdagangan siang tadi, IHSG bertambah 22,74 poin atau 0,39% ke level 5.796,07 dan tadi pagi bursa saham Tanah Air naik 4,59 poin atau setara dengan 0,08% ke level 5.777,92. Kemarin, IHSG menguat tipis 0,03% atau 1,82 poin ke level 5.773,33.
Sektor saham dalam negeri secara keseluruhan berada dalam jalur positif. Di mana sektor yang mengalami kenaikan tertinggi yakni pertambangan 1,63% diikuti konsumen bertambah 1,19%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,39 triliun dengan 16,87 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp6,031 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,257 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,251 triliun. Tercatat sebesar 222 saham menguat, 116 melemah dan 112 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.375 menjadi Rp78.200, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menanjak Rp100 ke posisi Rp7.000 dan PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) bertambah Rp100 menjadi Rp5.600.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) turun Rp690 menjadi Rp3.010, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menyusut Rp125 menjadi Rp11.950 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) berkurang Rp50 ke level Rp6.250.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (12/7/2017) kebanyakan pasar saham Asia pada akhir perdagangan tengah pekan merosot ke zona merah, di tengah penantian investor terkait pidato Gubernur The Fed Janet Yellen. Sentimen selanjutnya datang dari sikap investor yang masih memantau kondisi politik Amerika Serikat (AS) usai email Donald Trump Jr disebut memperlihatkan komunikasi dengan Rusia.
Indeks Nikkei Jepang meluncur bebas 0,48% atau 97,1 poin dan ditutup menjadi 20.098,38 ketika indeks Kospi Korea Selatan juga mengalami penyusutan mencapai sebesar turun 0,18% atau setara 4,23 poin, untuk mengakhiri perdagangan hari ini di level 2.391,77. Selain itu pelemahan juga menimpa bursa Australia ASX 200 dengan penurunan 0,96% atau 55,126 poin untuk berakhir pada posisi 5.673,8.
Pelemahan pasar saham Australia terimbas kejatuhan sektor keuangan dan kesehatan. Di sisi lain bursa saham di daratan China cenderung bergerak mixed, saat Indeks Hang Seng di Hong Kong justru mencetak hasil positif lewat kenaikan sebesar 166,00 poin atau 0,64% ke posisi 26.043,64 tetapi indeks China ditutup lebih rendah pada perdagangan sore.
Komposit Shanghai ditutup lebih rendah mencapai sebesar 0,17% atau 5.4937 poin menjadi 3.197,5439 dan komposit Shenzhen berkurang 0,114% atau 2.1493 poin, untuk berada pada level 1.889,44. Di sisi lain pada pasar mata uang, indeks USD yang melacak terhadap enam mata uang utama lainnya bergerak mulai pulih pada posisi 95.720 setalah jatuh di awal perdagangan.
(akr)
Lihat Juga :